IHSG Senin Masih Dibayangi Aksi Jual, Simak Rekomendasi Sahamnya

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi aksi jual pada pekan ini. PT Indo Premier Sekuritas dalam risetnya menyebut, aksi jual dipicu sentimen ketidakpastian pasar, baik dari global maupun domestik.

Indo Premier Sekuritas mengatakan, sentimen ketidakpastian pasar tersebut akan membuat IHSG pekan ini akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah.

"IHSG pekan ini akan bergerak pada rentang support 6.660 dan resistance 6.880," ungkap PT Indo Premier Sekuritas.

Dari global ada Indeks NBS PMI Manufacturing (China), Indeks PMI Manufacturing Amerika Serikat (AS) bulan Februari dan data Non-Farm Payrolls Amerika Serikat bulan Februari.

Pertama, Indeks NBS PMI Manufacturing (China) dilaporkan kembali ekspansi ke level 50,2 dari bulan sebelumnya di level 49,1 dan lebih tinggi dari konsensusnya di level 49,9. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian China kembali menemukan titik terang dan mulai berjalan normal.

Kedua, indeks PMI Manufacturing AS Februari yang diperkirakan akan sedikit menguat ke level 51,6 dibanding bulan sebelumnya. Namun di sisi lain, Indeks PMI Composite (gabungan antara manufaktur dan servis) Amerika Serikat pada bulan Februari diperkirakan turun ke level 50,4 dari bulan sebelumnya di level 52,7.

Sedangkan Ketiga, data Non-Farm Payrolls Amerika Serikat bulan Februari akan dirilis pada akhir pekan ini. Diperkirakan dana Non Farm Payrolls akan turun ke level 133 ribu dibanding bulan sebelumnya yang berada di level 143 ribu. Data ini menjadi salah satu data yang cukup penting bagi The Fed untuk membantu menilai kondisi ekonomi AS.

Sementara itu, data-data dari domestik yang wajib dipantau, yakni Indeks PMI Manufaktur Indonesia bulan Februari dan tingkat inflasi Indonesia Februari. Pertama, Indeks PMI Manufaktur Indonesia bulan Februari diperkirakan akan tetap pada kondisi ekspansi dan bertumbuh ke level 52,3 dari bulan sebelumnya 51,9.

Kedua, tingkat inflasi Indonesia bulan Februari diperkirakan akan kembali mengalami disinflasi ke level 0,41 persen yang merupakan efek lanjutan dari adanya kebijakan pemerintah dengan memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan PLN.

Adapun saham-saham yang direkomendasikan PT Indo Premier Sekuritas, yakni CMRY, LSIP, dan ULTJ.