India Luncurkan Kampanye Vaksinasi COVID-19 Terbesar, Targetkan 400 Juta Orang

JAKARTA - India mulai kampanye vaksinasi massal puluhan ribu penduduk di atas usia 45 tahun pada Hari Kamis, sebagai upaya terbesar melawan lonjakan virus corona yang telah mencapai jumlah korban harian tertinggi sejak awal Oktober lalu. 

Negara terpadat kedua di duni tersebut menargetkan imunisasi untuk 400 juta orang, setelah memperluas program vaksinasi yang sebelumnya dibatasi untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun, serta orang dengan kondisi kesehatan yang serius. 

"Persyaratan kami 400 juta orang untuk divaksinasi. Itu adalah persyaratan minimum kami, target kami. Saat ini kami sedang menghadapi situasi darurat. Apa pun yang kami miliki, kami akan menggunakannya," ungkap sumber yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Reuters.

Orang-orang yang cemas, mengantri lebih awal di rumah sakit Max New Delhi untuk mendapatkan suntikan vaksin Oxford - AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institute of India, pembuat vaksin terbesar di dunia.

“Kami telah mengatakan sejak awal, di mana-mana dan di media sosial, bahwa tolong buka program vaksin, biarkan semua orang mendapatkannya dan bebas dari ketegangan,” kata Madhav Singh Rathore, 53, seorang penjual di sebuah toko pakaian, yang duduk di antara barisan orang yang menunggu untuk mendapatkan suntikan.

India memulai program inokulasi pada Januari yang berfokus pada petugas kesehatan dan kemudian orang tua, dengan tujuan melindungi yang paling rentan terlebih dahulu.

India juga mengirimkan jutaan dosis vaksin ke negara-negara tetangga dan kemudian ke seluruh dunia, sebagai bagian dari inisiatif diplomatik untuk mendapatkan teman. Kebijakan yang memicu kritik, karena penduduknya terabaikan.

Tekanan terhadap Pemerintah India semakin meningkat, karena peningkatan kasus harian melonjak empat kali lipat dalam sebulan terakhir, seiring dengan pencabutan pembatasan larangan perjalanan dan sebagaian besar wilayah telah dibuka kembali.

"Situasinya berubah dari buruk menjadi lebih buruk," ujar Penasihat COVID-19 untuk Perdana Menteri Modi V.K Paul minggu ini. 

Data Kementerian Kesehatan India pada Hari Kamis, ada 72.330 kasus baru infeksi COVID-19, tertinggi sejak 11 Oktober. Sementara, angka kasus infeksi secara keseluruhan mencapai 12,22 juta atau terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brazil. Dan, angka kematian secara keseluruhan mencapai 162.927 orang.