Bukan Cuma Jangkauan dan Daya Angkut Hulu Ledaknya, Fitur Ini Bikin Rudal Kheibar yang Baru Diluncurkan Iran Bisa Bikin Kecut Musuh

JAKARTA - Iran kembali pamer kemampuannya di bidang teknologi industri pertahanan, dengan meluncurkan rudal terbaru yang dilengkapi dengan sederet fitur mutakhir, bahkan diklaim salah satu rudal rancangan dalam negeri yang canggih.

Diberi nama Kheibar, ini merupakan generasi keempat rudal Khorramshahr, rudal balistik jarak menengah yang kali pertama diuji Iran pada Januari 2017, mampu menjangkau sasaran hingga sejauh 2.000 kilometer dengan membawa 1.800 kilogram hulu ledak.

Sementara, meski memiliki jangkauan yang sama dengan Khorramshahr, rudal Kheibar 'hanya' mampu membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram. Tapi, itu tidak berarti mengurangi daya gentar rudal ini.

Diketahui, keluarga rudal kelas Khorramshahr dikenal dengan sistem pemandu dan kontrolnya yang unik selama fase pertengahan penerbangan.

Selain itu, rudal Kheibar juga memiliki waktu persiapan dan peluncuran yang sangat singkat.

Fitur ini memungkinkan rudal untuk mengontrol dan menyesuaikan lintasannya di luar atmosfer Bumi, dan menonaktifkan sistem pemandu saat memasuki atmosfer, sehingga memberikan kekebalan penuh terhadap serangan perang elektronik, seperti dikutip dari kantor berita semi resmi Iran, Tasnim 27 Mei.

Menhan Iran Brigjen Mohammad Reza Ashtiani saat peluncuran rudal baru Kheibar. (Wikimedia Commons/Mehr News Agency/Ehsan Naderipour)

Berkat sistem kontrol canggih ini, hulu ledak rudal Kheibar tidak memerlukan pengaturan sayap tipis yang khas, yang pada gilirannya memungkinkan rudal untuk mengemas beban ledakan yang lebih berat, lanjut kantor berita itu.

"Pesan kami kepada musuh-musuh Iran adalah, kami akan mempertahankan negara dan pencapaiannya. Pesan kami kepada teman-teman, kami ingin membantu stabilitas regional," kata Menteri Pertahanan Iran Brigjen Mohammad Reza Gharaei Ashtiani, melansir Reuters.

Iran mengatakan persenjataannya mampu menjangkau pangkalan-pangkalan musuh bebuyutannya, Israel dan Amerika Serikat, di wilayah Teluk dan Timur Tengah.

Sementara, kantor berita pemerintah IRNA mengatakan, nama Kheibar merujuk pada sebuah kastil Yahudi yang diserbu oleh para pejuang Muslim pada masa-masa awal Islam. Waktu persiapan dan peluncurannya yang lebih cepat, membuatnya menjadi senjata taktis di samping senjata strategis.

Selain itu, jangkauan rudal yang diperpanjang, sistem pemandu dan kontrol canggih hingga fitur struktural yang ditingkatkan, semakin mengukuhkan status Iran sebagai salah satu kekuatan rudal di dunia.

Tak heran jika para ahli dari Organisasi Industri Kedirgantaraan Kementerian Pertahanan Iran mengklaim, Kheibar adalah salah satu rudal tercanggih yang dirancang di dalam negeri.