Thierry Breton Minta Twitter Sepenuhnya Patuhi Aturan Konten Online di Uni Eropa

JAKARTA - Kepala industri UE Thierry Breton pada Selasa 31 Januari mengatakan kepada pemilik Twitter Elon Musk untuk berbuat lebih banyak untuk sepenuhnya mematuhi aturan konten online di blok tersebut.

"Saya menyambut baik upaya yang dilakukan Twitter untuk sejalan dengan tujuan Eropa, sambil mengakui bahwa bulan-bulan mendatang akan sangat penting," kata Breton setelah panggilan video dengan Musk, yang dikutip Reuters.

"Kita perlu melihat lebih banyak kemajuan menuju kepatuhan penuh dengan DSA. Tim saya akan mengikuti dengan cermat pekerjaan yang dilakukan oleh Twitter dan oleh semua platform online lainnya," kata Breton dalam acara itu.

Selama ini Twitter mengalami beberapa kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan peraturan konten di Uni Eropa.  Kesulitan  itu antara lain tentang pembatasan Konten: Peraturan Uni Eropa membatasi konten yang dapat diterbitkan dan meminta platform seperti Twitter untuk menghapus konten yang melanggar hukum seperti diskriminasi, hate speech, dan pencemaran nama baik.

Twitter juga dinilai mengalami kesulitan dalam kepatuhan data. Pasalnya Uni Eropa memiliki peraturan ketat tentang privasi dan keamanan data, dan Twitter harus memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan tersebut, termasuk memastikan bahwa data pengguna tidak dikumpulkan secara tidak sah.

Selain itu dengan perlakuan terhadap Hoax dan Disinformasi. Peraturan Uni Eropa meminta platform seperti Twitter untuk memantau dan membatasi hoax dan disinformasi yang berkontribusi pada pencemaran nama baik, pemilu yang tidak adil, dan konten berbahaya lainnya.

Kondisi penegakan hukum juga masih menjadi kendali bagi platform itu. Pasalnya Twitter harus memastikan bahwa mereka dapat mematuhi dan menegakkan peraturan Uni Eropa, termasuk memproses tuntutan hukum dan membantu dalam penyelidikan hukum.

Sementara peraturan Uni Eropa dapat berubah dengan cepat dan Twitter harus dapat beradaptasi dengan cepat dan memastikan bahwa mereka memenuhi peraturan baru.

Ini adalah beberapa dari banyak kesulitan yang Twitter harus hadapi dalam menyesuaikan diri dengan peraturan konten di Uni Eropa. Namun, Twitter dan platform lain sedang berusaha untuk memenuhi persyaratan ini untuk memastikan bahwa mereka memenuhi standar yang ditetapkan oleh Uni Eropa dan memastikan bahwa konten yang diterbitkan adalah berkualitas dan sesuai dengan hukum.