Mimpi Tom Cruise Buat Film di Stasiun Luar Angkasa Akhirnya Terwujud
Ilustrasi stasiun luar angkasa ISS (dok European Space Agency)

Bagikan:

JAKARTA - Misi badan antariksa NASA untuk membawa kru dari warga sipil ke Stasiun Luar Angkasa (ISS) akan segera terwujud. Dan aktor Tom Cruise secara mengejutkan dilaporkan akan ikut terbang ke luar angkasa untuk beberapa hari.

Dihimpun dari Business Insider, Rabu 6 Mei, seorang juru bicara NASA juga mengkonfirmasi bahwa Cruise akan dibawa ke luar angkasa dan menetap di ISS, sebuah laboratorium bernilai miliaran dolar yang mengorbit sekitar 250 mil di atas Bumi.

Stasiun Luar Angkasa tersebut sejatinya telah lama ditempati oleh kru astronot NASA sejak 2002. Sebelumnya, bintang pop Lance Bass, dari boyband NSYNC, pernah merencanakan kunjungan pada awal 2000-an, meskipun perjalanan itu tidak berjalan dengan baik.

Diketahui, beberapa film yang berlatar belakang pangkalan luar angkasa ini pernah dibuat dalam tayangan film dokumenter. Salah satunya Apogee of Fear 2012 yang sempat diisi narasinya oleh Tom Cruise.

Sedangkan untuk proyek film terbaru ini, Cruise bisa menjadi aktor pertama yang bertahan dalam perjalanan ke luar angkasa. Nantinya, film itu akan menceritakan sebuah petualangan aksi yang berada di luar angkasa.

"NASA sangat senang bekerja dengan @TomCruise di film di atas @Space_Station! Kami membutuhkan media populer untuk menginspirasi generasi baru insinyur dan ilmuwan untuk membuat rencana ambisius NASA menjadi kenyataan," kata Administrator NASA Jim Bridenstine dalam tweetnya.

Menanggapi hal itu, Elon Musk pun juga membalas tweet Bridenstine, "harus sangat menyenangkan!," tetapi tidak ada kebocoran lebih lanjut apakah Musk akan terlibat dalam film ini atau tidak.

Kendati kedua belah pihak sudah menggebu-gebu, tetapi belum diketahui jelas kapan film Cruise ini akan diproduksi dan melakukan perjalanan ke ruang angkasa.

Meski Rusia adalah satu-satunya negara dengan kemampuan untuk menerbangkan manusia ke dan dari stasiun luar angkasa, tetapi SpaceX dan Boeing telah bekerja sama selama bertahun-tahun untuk mengembangkan pesawat ruang angkasa yang mampu mengembalikan kemampuan tersebut untuk badan antariksa milik Amerika Serikat (AS).

Pesawat ruang angkasa SpaceX, Crew Dragon, diharapkan untuk menyelesaikan misi kru pertamanya ke ISS akhir bulan ini. Berbeda dengan program luar angkasa yang membawa manusia pada dekade sebelumnya, NASA tidak akan memiliki dan mengoperasikan roket SpaceX atau Boeing.

Kedua perusahaan akan diizinkan untuk menjual kursi di pesawat ruang angkasa mereka kepada wisatawan atau orang lain yang bersedia membayar dengan harga yang fantastis. Sebelumnya, SpaceX telah mengumumkan akan bekerja dengan perusahaan pihak ketiga untuk menjual kursi di atas roket Dragon Dragon masing-masing sekitar 50 juta dolar AS.

NASA juga memiliki penawaran tahun lalu yang memungkinkan siapa saja (pelancong non-pemerintah) untuk berwisata ke Stasiun Luar Angkasa (ISS). Dengan dikenakan beberapa biaya layanan tertentu, seperti penggunaan peralatan pendukung kehidupan dan toilet dengan harga 11.250 dolar AS per hari. Bahkan, bahan makanan, oksigen, dan ketentuan lainnya dihargai 22.500 dolar AS per hari.

Sebagaimana diketahui, ISS dibangun sebagai kemitraan di antara puluhan negara, tetapi AS dan Rusia adalah operator utamanya. Menurut laporan pemerintah pada 2018, untuk mempertahankan bagian AS dari laboratorium yang mengorbit tersebut, sebagai tempat para astronot melakukan penelitian ilmiah dan komersial, setiap tahun membebani AS dengan pajak sekitar 3 miliar dolar AS hingga 4 miliar dolar AS.