Bagikan:

JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami koreksi. Berdasarkan data pasar terbaru di Tokocrypto, Bitcoin diperdagangkan di level 69.658 dolar AS (Rp1,17 miliar), turun 1,65% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar kripto secara keseluruhan, sekaligus menegaskan bahwa fase konsolidasi menuju tren yang lebih jelas masih berlangsung.

Meski begitu, Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, mengatakan bahwa pergerakan Bitcoin mulai memasuki fase perdagangan yang lebih tenang setelah sempat mengalami tekanan tajam akibat aksi deleveraging masif.

"Bitcoin sempat menyentuh level terendah 52 minggu di dekat US$60.000, sebelum akhirnya mengalami pemulihan terbatas," ujar Panji dalam keterangannya yang diterima pada Selasa, 10 Februari.

Di sisi lain, Tokocrypto melihat bahwa tekanan terhadap harga BTC tidak lepas dari kondisi pasar kripto global yang masih rapuh. Ketidakpastian makroekonomi, ekspektasi kebijakan moneter, serta sikap risk-off investor turut memengaruhi pergerakan Bitcoin.

"Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto," jelasnya lebih lanjut.

Dari sisi teknikal, area 68.000 dolar AS (Rp1,14 miliar) menjadi level support penting dalam jangka pendek. Jika Bitcoin gagal bertahan di atas zona ini, potensi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya bisa terbuka.

"Sebaliknya, untuk mengembalikan sentimen positif, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas 71.000 dolar AS (Rp1,19 miliar), yang sebelumnya menjadi batas atas pergerakan harian," pungkasnya.