Bagikan:

JAKARTA - TikTok mengumumkan bahwa platformnya kini telah digunakan oleh lebih dari 460 juta pengguna di Asia Tenggara, menandai tonggak penting dalam ekspansinya di kawasan tersebut. 

Berdasarkan data SensorTower, angka ini mempertegas posisi TikTok sebagai salah satu platform dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Dari total jumlah tersebut, Head of Strategic Accounts, Asia Tenggara, TikTok Nikhil Rolla menyebutkan bahwa lebih dari 160 juta pengguna berasal dari Indonesia, 70 juta di Vietnam, 50 juta di Thailand, serta 180 juta lainnya yang tersebar di seluruh Asia Tenggara. 

“Skala jumlah pengguna TikTok di Asia Tenggara tidak hanya menunjukkan potensi pertumbuhan eksponensial bagi pengembang, penerbit aplikasi, dan pelaku bisnis, tetapi juga menggambarkan visi kami untuk Asia Tenggara, yakni menjadi penggerak utama ekonomi digital di kawasan ini,” ujar Nikhil. 

Tidak hanya itu, TikTok kini berkembang dari platform hiburan menjadi pusat pertumbuhan bisnis lintas industri seperti gim, keuangan, perjalanan, dan ritel. 

Berdasarkan survei TikTok Marketing Science Global TikTok as a Discovery Engine Study 2023, dua dari tiga pengguna di Asia Tenggara menemukan aplikasi baru secara sengaja melalui TikTok, sementara 45% pengguna terus menelusuri konten lebih dalam di platform tersebut.

Dengan kombinasi partisipasi komunitas, gaya bercerita yang kreatif, dan wawasan berbasis data, TikTok disebut mampu membantu pengembang dan pelaku bisnis menjangkau audiens yang tepat serta membangun loyalitas pengguna secara berkelanjutan.