JAKARTA - Laporan terbaru Work Relationship Index (WRI) dari HP mengungkapkan bahwa hanya 28% knowledge worker di Indonesia yang memiliki hubungan dengan pekerjaan yang sehat.
Namun, di tengah tantangan tersebut, optimisme terhadap teknologi tetap tinggi, di mana 89% karyawan di Indonesia percaya bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan kualitas hidup dan pengalaman kerja mereka.
“Kalau berdasarkan survei kita, 90% dari karyawan Indonesia itu sudah menggunakan Gen AI (AI generatif),” kata Presiden Direktur Hewlet Packard (HP) Indonesia, Juliana Cen dalam acara peluncuran Work Relationship Index (WRI) pada Selasa, 28 Oktober di Jakarta.
Studi yang melibatkan lebih dari 18.000 responden di 14 negara ini melihat kalau Indonesia juga memimpin kawasan dalam adopsi AI, dengan 94% knowledge worker telah menggunakan AI dan 50% menggunakannya setiap hari.
"Tapi baru beberapa tahun terakhir semenjak gen AI-nya heboh gitu ya. Nah itu mulailah, jadi orang mulai, bisa dibilang, adopsinya makin lebih cepat dan lebih banyak,” tambahnya.
Optimisme ini menunjukkan arah yang jelas bagi organisasi yang berupaya membangun lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.
BACA JUGA:
Studi ini juga melihat menunjukkan bagaimana teknologi berperan penting dalam membangun hubungan kerja yang lebih sehat. Di mana karyawan merasa dua kali lebih mungkin memiliki hubungan kerja yang sehat ketika mereka dilengkapi dengan alat dan teknologi yang sesuai.
Kemungkinan tersebut bahkan meningkat hingga lima kali lipat ketika karyawan melihat bahwa perusahaan mereka secara aktif berinvestasi pada pengembangan mereka.
Di Indonesia, 64% pekerja yang melaporkan memiliki hubungan kerja yang sehat menggunakan alat AI yang disediakan oleh perusahaan mereka setiap hari.