JAKARTA – CEO OpenAI, Sam Altman, dikabarkan tengah mengembangkan teknologi antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) yang dapat terhubung ke otak manusia tanpa operasi bedah, menggunakan gelombang suara sebagai media utama. Proyek ini dipimpin oleh Mikhail Shapiro, seorang insinyur biomolekuler ternama dari Caltech, dan disebut-sebut akan menjadi alternatif noninvasif terhadap pendekatan implan otak milik Neuralink besutan Elon Musk.
Hubungan antara Altman dan Musk memang penuh drama. Keduanya dulu mendirikan OpenAI bersama pada 2015 dengan visi serupa untuk “AI demi kemanusiaan”. Namun seiring waktu, jalan mereka berpisah tajam. Kini, keduanya justru berlomba menghubungkan pikiran manusia dengan mesin—Musk lewat Neuralink, dan Altman melalui proyek rahasia barunya.
Menurut laporan The Verge dari jurnalis Alex Heath, Altman menggandeng Shapiro untuk bergabung dengan Merge Labs, startup antarmuka otak-komputer yang ia dirikan bersama Alex Blania (CEO Worldcoin). Meski detail proyek ini masih minim, latar belakang penelitian Shapiro menunjukkan kemungkinan penggunaan gelombang ultrasonik dan medan magnet untuk membaca serta menstimulasi aktivitas otak—tanpa perlu membuka tengkorak.
BACA JUGA:
Dalam salah satu presentasinya, Shapiro menyebut bahwa teknologi berbasis gelombang suara bisa menjadi jembatan komunikasi dua arah antara otak dan komputer dengan cara yang jauh lebih aman. Jika pendekatan ini berhasil, maka teknologi Altman berpotensi menjadi terobosan besar di bidang neuroteknologi—karena menghilangkan risiko pembedahan otak yang menjadi kelemahan utama Neuralink.
Sebagai perbandingan, Neuralink milik Elon Musk bekerja dengan menanamkan elektroda mikroskopis langsung ke dalam otak manusia melalui operasi terbuka. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengendalikan perangkat digital hanya dengan pikiran, tetapi prosesnya sangat invasif dan penuh risiko medis.
Proyek Altman dan Shapiro menawarkan jalan yang lebih user-friendly: tidak ada operasi, tidak ada implan logam—hanya gelombang suara yang menembus jaringan otak untuk membaca sinyal neuron. Jika benar bisa diwujudkan, teknologi ini bisa membuat konsep mind control computing terasa jauh lebih realistis dan aman.
Perlombaan antara Altman dan Musk kini bukan lagi sekadar tentang AI, tetapi juga tentang siapa yang lebih dulu bisa menghubungkan kesadaran manusia dengan mesin—tanpa harus memegang pisau bedah. Dunia sains dan teknologi kini menunggu, apakah otak manusia akhirnya bisa “terhubung” hanya dengan frekuensi suara