JAKARTA - Oracle, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, mengumumkan pada Rabu, 19 Maret 2025, bahwa mereka akan menyediakan layanan komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI) untuk badan teknologi pertahanan Singapura. Kesepakatan ini menandai kerja sama pertama Oracle di Asia Tenggara dalam bidang tersebut.
Dalam perjanjian ini, Oracle akan menyediakan infrastruktur komputasi awan "air-gapped" yang terisolasi untuk angkatan bersenjata dan kementerian pertahanan Singapura. Infrastruktur ini akan terputus dari internet dan terhubung ke jaringan rahasia melalui perangkat terenkripsi, memastikan keamanan data yang tinggi.
Rand Waldron, Chief Technology Officer Global Defense Oracle, menyatakan bahwa teknologi ini mencakup kemampuan AI untuk menganalisis aliran video guna mengenali wajah, plat nomor, atau detail kendaraan.
BACA JUGA:
Nilai kesepakatan ini tidak diungkapkan oleh Oracle. Langkah ini sejalan dengan upaya Oracle memperluas kehadirannya di Asia Tenggara. Sebelumnya, Oracle mengumumkan rencana investasi lebih dari 6,5 miliar dolar AS (Rp107,4 triliun) untuk mendirikan wilayah cloud di Malaysia pada Oktober 2024.
Selain itu, Oracle juga telah membuka wilayah cloud kedua di Singapura untuk memenuhi permintaan layanan komputasi awan yang berkembang pesat di Asia Tenggara. Langkah ini menunjukkan komitmen Oracle dalam memperkuat infrastruktur teknologi di kawasan tersebut.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kemampuan pertahanan Singapura dalam memanfaatkan teknologi canggih akan semakin meningkat, mendukung keamanan dan efisiensi operasional mereka.