Bagikan:

JAKARTA – OpenAI diketahui telah mencapai kesepakatan besar dengan Oracle dalam bidang cloud atau komputasi awan. Kesepakatan ini dinilai sebagai salah satu kesepakatan cloud terbesar dalam sejarah. 

Dalam kemitraan tersebut, OpenAI membeli layanan cloud Oracle senilai 300 miliar dolar AS atau setara dengan Rp4,916 triliun. Kesepakatan ini akan berjalan selama kurang lebih lima tahun. 

Perjanjian ini menunjukkan bahwa kebutuhan cloud OpenAI terus mengalami peningkatan. Ini terjadi karena perusahaan mengembangkan model Kecerdasan Buatan (AI) yang semakin kompleks.

Oleh karena itu, kebutuhan infrastruktur yang kuat menjadi hal yang sangat penting. Dengan menggunakan layanan cloud dari Oracle, OpenAI dapat fokus pada pengembangan AI yang semakin canggih. 

Meski kesepakatannya sudah terjalin, kerja sama ini tidak langsung berjalan. Menurut laporan Wall Street Journal, kontrak ini baru dimulai pada 2027 mendatang. 

Kesepakatan ini merupakan bagian dari proyek Stargate, proyek lebih besar yang diumumkan OpenAI bersama Softbank dan Presiden AS Donald Trump beberapa bulan lalu. Proyek ini bertujuan untuk membangun pusat data berkapasitas 4,5 gigawatt.

CEO Oracle Safra Catz, mengumumkan bahwa perusahaannya telah menandatangani 'empat kontrak bernilai miliaran dolar' pada kuartal pertama. Meskipun tidak disebutkan perusahaannya, tren ini memberi Oracle keuntungan yang besar. 

Berkat banyaknya perusahaan yang ingin bekerja sama, pendapatan infrastruktur cloud Oracle meningkat sebesar 77 persen tahun ini. Hal ini menunjukkan pertumbuhan pesat di sektor layanan cloud