Bagikan:

JAKARTA - Pasar aset kripto menunjukkan pergerakan positif dalam 24 jam terakhir, dengan Bitcoin (BTC) menguat 1,22% ke level 81.150 dolar AS atau sekitar Rp1,41 miliar pada Rabu, 6 Mei pukul 08.00 WIB.

Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, menyebutkan bahwa kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan signifikan harga BTC yang sempat menyentuh 81.785 dolar AS (Rp1,42 miliar), setelah hampir tiga bulan tertahan di bawah level psikologisnya.

“Lonjakan masif ini dipicu oleh aksi short squeeze senilai 450 juta dolar AS, serta kabar positif dari Washington terkait finalisasi Clarity Act (regulasi struktur pasar kripto AS),” kata Panji dalam keterangannya.

Sentimen bullish juga diperkuat oleh arus dana institusional. ETF Bitcoin spot mencatat net inflow sebesar 630 juta dolar AS pada 1 Mei 2026, disusul tambahan 532 juta dolar AS pada 4 Mei 2026.

Di sisi korporasi, MicroStrategy melaporkan rugi bersih 12,54 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2026. Kerugian tersebut sebagian besar berasal dari unrealized loss sebesar 14,46 miliar dolar AS akibat penerapan akuntansi mark-to-market atas kepemilikan Bitcoin.

Meski demikian, saham perusahaan justru melonjak 56% dalam sebulan terakhir, didorong tingginya minat investor terhadap saham preferen STRC.

Perkembangan lain datang dari Toncoin (TON) yang melonjak 36% setelah pendiri Telegram, Pavel Durov, mengumumkan rencana pengambilalihan penuh atas The Open Network.

Langkah ini termasuk rencana pemangkasan biaya transaksi hingga mendekati nol dan menjadikan Telegram sebagai validator terbesar di jaringan tersebut.

Sementara itu, Polygon (POL) menarik perhatian institusi keuangan tradisional melalui peluncuran fitur Private Stablecoin Payments berbasis teknologi Zero-Knowledge Proofs (ZKP).

Fitur ini memungkinkan transaksi stablecoin dalam jumlah besar dengan tingkat privasi tinggi tanpa mengorbankan validasi jaringan.

Ikuti Whatsapp Channel VOI