Bagikan:

JAKARTA – Menjelang berlakunya larangan aplikasi TikTok di AS, para investor mulai menunjukkan niatnya untuk membeli platform tersebut. Bahkan, nama Elon Musk mulai terseret baru-baru ini.

Menurut laporan Bloomberg, pejabat di China sedang membicarakan opsi potensial untuk menjual aset dan operasi TikTok di AS ke Musk. Rencana ini diyakini akan terealisasi jika TikTok dan ByteDance, perusahaan induknya, gagal melawan pemerintah AS.

Meski pemerintah China masih ingin mempertahankan platform distribusi tersebut di bawah naungan ByteDance, perusahaan akan bersaing secara kompetitif. Jika gagal melawan aturan divestasi, ByteDance akan menjual TikTok melalui proses kompetitif.

Ketika ditanya mengenai rencana penjualan TikTok ke Elon Musk, platform besar itu langsung membantah. Juru bicara TikTok menolak untuk berkomentar dengan alasan, "Kami tidak dapat diharapkan untuk mengomentari fiksi murni."

Melihat pernyataan tersebut, TikTok mungkin ingin menyatakan bahwa diskusi antara Elon Musk dan pemerintah China tidaklah benar. Namun, TikTok mungkin tidak memiliki pilihan lain karena Mahkamah Agung terlihat berpihak pada aturan divestasi yang diresmikan Presiden Joe Biden beberapa bulan lalu.

Belum lama ini, Frank McCourt menyatakan bahwa ia akan membeli TikTok. Investor tersebut telah mengajukan proposal penawaran untuk membeli aset TikTok di AS kepada ByteDance, tetapi proposal ini belum mendapatkan balasan.

Kevin O'Leary, investor yang terkenal melalui acara Shark Tank, juga bergabung dengan rencana tersebut. Menurutnya, pembelian aset TikTok di AS merupakan langkah yang menguntungkan, baik bagi perusahaan teknologi tersebut maupun bagi masyarakat AS.

Kevin percaya bahwa TikTok merupakan teknologi yang digunakan China untuk memata-matai AS. Jika ByteDance sepakat untuk menjual TikTok, platform tersebut dapat tetap beroperasi di AS dan masyarakat di negara tersebut akan mendapatkan perlindungan data secara maksimal.