Bagikan:

JAKARTA – Salah satu bank raksasa Amerika Serikat (AS), Goldman Sach dikabarkan segera memberikan penawaran investasi bitcoin dan uang kripto lainnya kepada nasabah. Beberapa waktu lalu, bank lainnya yaitu Morgan Stanley juga diberitakan akan melakukan hal yang sama.

Bank Goldman Sach bakal memberikan penawaran investasi aset kripto pada kuartal ke-2 tahun 2021. Informasi tersebut diumumkan oleh Kepala Aset Digital Goldman Sach, Mary Rich.  

“Kami bekerja sama tim di seluruh perusahaan untuk mencari cara untuk menawarkan akses yang bijaksana dan sesuai ke ekosistem untuk klien Wealth Management, dan kami berharap bisa ditawarkan dalam waktu dekat,” kata Mary Rich sebagaimana yang dikutip dari CNBC International, Senin, 5 April.

Bank AS itu siap menawarkan bitcoin dan cryptocurrency lainnya, “apakah itu melalui bitcoin fisik, turunan, atau sarana investasi tradisional,” tambah Rich.

Diambilnya langkah ini membut bank besar AS bergabung dalam visi yang sama dengan Morgan Stanley. Kedua bank besar itu membuka diri pada aset kripto yang disebut sebagai aset masa depan.

Keputusan kedua bank tersebut menarik kalangan miliarder dan penggemar uang kripto untuk berinvestasi di sana. Ke depannya, belum diketahui apakah bank-bank lain di AS akan melakukan hal yang sama atau tidak.

Pada Maret lalu, bank Morgan Stanley menginformasikan kepada penasihat keuangannya bahwa perusahaan siap membantu para nasabahnya yang ingin berinvestasi terhadap bitcoin pada April ini.  

Klien yang termasuk ke dalam layanan Wealth Management bank tersebut menyasar individu yang mempunyai dana minimum sebesar 25 juta dollar AS.

“Ada sekelompok klien yang melihat aset ini sebagai lindung nilai terhadap inflasi, dan kondisi makro selama tahun lalu sudah pasti berperan dalam hal itu,” ujar Mary Rich.

“Ada jug sejumlah besar klien yang merasa seperti kita sedang berada di awal internet baru dalam beberapa hal dan mencari cara untuk berpartisipasi dalam ruang ini,” tambah Rich lagi.

Bank Goldman Sach sedang berupaya mendapat persetujuan dari regulator yang termasuk dari Komisi Perdagangan dan Sekuritas dan Departemen Layanan Finansial New York.

“Kami masih dalam tahap yang sangat baru dari ekosistem ini, tidak ada yang tahu persis bagaimana ia akan berkembang atu akan seperti apa bentuknya. Tapi menurutku cukup aman untuk mengharapkannya menjadi bagian dari masa depan kita,” tutup Rich.