Ilmuwan Temukan Siput Laut yang Sengaja Putuskan Kepala Sendiri untuk Regenerasi Tubuh Baru
Siput laut bisa putuskan kepalanya sendiri untuk menumbuhkan tubuh baru (Science Mag)

Bagikan:

JAKARTA - Sebuah penelitian baru di Jepang mengungkapkan siput laut jenis Elysia marginata dapat tetap hidup, meski tanpa kepala. Bahkan kepala siput laut jenis ini juga dapat meregenerasi untuk membentuk tubuh baru.

Temuan aneh itu terungkap setelah seorang peneliti menemukan spesimen siput laut yang disimpan di laboratorium tidak mempunyai kepala. Rupanya, kepala siput laut itu bergerak sendiri untuk memakan alga.

Penemuan itu diteliti oleh Sayaka Mitoh dalam penelitiannya untuk meraih gelar Ph.D ketika sedang meneliti spesimen laut. Mitoh mendapati kepala siput yang terpisah dari tubuhnya itu masih hidup, bisa bergerak dan makan.

Melansir laman Slash Gear, Tampak kepala siput laut dapat bergerak dan meregenerasi tubuh barunya. Sedangkan tubuh siput tanpa kepala, merajut kembali jaringan serat di bagian pangkal leher yang terputus.

 

Peristiwa ini merupakan temuan yang pertama di mana seekor hewan bisa melepas kepala untuk membuang tubuh lamanya. Kemudian, siput laut itu menumbuhkan tubuh yang benar-benar baru sebagai pengganti yang lama.

Para peneliti hanya mendapati bukti pemenggalan kepala sendiri sebagai metode untuk membasmi parasit di tubuhnya. Faktanya, tubuh lama yang dibuang oleh siput itu mengandung parasit. Sedangkan tubuh baru bebas dari parasit.

Ilmuwan meneliti sejumlah siput laut yang memenggal kepala mereka sendiri, termasuk satu siput yang melepas kepalanya dua kali. Namun tidak semua siput laut bisa melepaskan tubuh lamanya selama mereka hidup.

Tubuh lama yang sudah dibuang itu nyatanya masih menerima rangsangan jika disentuh. Hal itu berlangsung selama beberapa bulan. Sedangkan tubuh baru, membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk tumbuh kembali.

Para ahli mencatat kemampuan siput laut untuk menopang diri ini memanfaatkan proses fotosintesis. Inilah yang membuat kepala siput tetap hidup dan bisa berkeliaran meskipun terpisah dari tubuh lamanya. Studi lengkap tentang temuan ini bisa ditemukan di jurnal Current Biology.