Bagikan:

JAKARTA – Pengguna TikTok Lite di Uni Eropa (UE) seharusnya bisa mendapatkan uang sebesar 38 sen euro (Rp6.570) hanya dengan menonton video selama sejam. Namun, kini tidak lagi karena fiturnya ditangguhkan.

Fitur hadiah menjadi polemik setelah TikTok Lite diluncurkan di Prancis dan Spanyol pada awal bulan April. Menurut Komisi Eropa, fitur ini bisa mendorong potensi adiktif bagi banyak pengguna, khususnya bagi generasi muda.

Oleh karena itu, Komisi Eropa menyelidiki fiturnya secara mendalam dan meminta laporan evaluasi risiko terkait penggunaan fitur hadiah. Mereka sempat mengancam akan menangguhkan program pemberian hadiah tersebut.

Sebelum Komisi Eropa mengambil tindakan, TikTok menangguhkan fiturnya terlebih dahulu. Perusahaan di bawah naungan ByteDance itu mengatakan bahwa mereka akan menangguhkan fiturnya sementara waktu hingga penyelidikan selesai.

"TikTok selalu berupaya menjalin hubungan konstruktif dengan Komisi UE dan regulator lainnya. Oleh karena itu, kami secara sukarela menangguhkan fungsi hadiah di TikTok Lite sementara kami mengatasi kekhawatiran yang mereka ajukan," kata TikTok melalui platform X.

Untuk menganggapi kekhawatiran pihak regulator, Juru Bicara TikTok sempat mengatakan bahwa fitur hadiah hanya tersedia untuk pengguna di atas 18 tahun. Namun, Komisi Eropa merasa tidak yakin dengan pernyataan tersebut.

Mayoritas media sosial, termasuk TikTok, tidak memiliki mekanisme verifikasi yang kuat. Sistem TikTok pun dinilai tidak mampu mencegah anak-anak untuk mendaftar dan memanfaatkan fitur tersebut dalam menghasilkan uang.

Meski poin yang Komisi Eropa tekankan adalah dampak adiktif, pernyataan TikTok Lite tidak sepenuhnya salah karena fitur hadiah memang bukan untuk anak-anak. Pengguna harus memiliki akun Amazon atau PayPal untuk mendapatkan hadiah dari TikTok.