Bagikan:

JAKARTA – Dua bulan yang lalu, Hakim AS Laurel Beeler membuat keputusan tentatif bahwa Elon Musk harus mengikuti proses penyelidikan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) atas pengambilalihan Twitter.

Keputusan ini akhirnya diresmikan pada Sabtu, 10 Februari lalu. Mengutip dari Reuters, Beeler memerintahkan Musk untuk bersaksi dalam penyelidikan SEC. Pemilik Tesla itu akan membahas proses pembelian Twitter pada Oktober 2022 lalu.

Musk dan SEC diberikan waktu selama seminggu untuk menentukan tanggal dan lokasi penyelidikan. Jika keduanya tidak mencapai kesepakatan, Beeler akan bertemu dengan regulator dan Elon Musk untuk mendengarkan pendapat keduanya dan membuat keputusan.

SEC pertama kali menggugat Musk pada Oktober 2022 lalu. Lembaga negara itu menduga adanya kecurangan dalam proses akuisisi Twitter. Pasalnya, Musk tidak mengumumkan kepada publik bahwa ia telah membeli Twitter.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, Musk dipanggil untuk diselidiki pada September tahun lalu, tetapi miliarder itu menolak untuk hadir. Menurut Musk, ia telah diselidiki sebanyak dua kali melalui konferensi video saat ingin membeli Twitter.

Saat SEC menggugat Musk, pengacara CEO SpaceX itu mendesak Beeler untuk menolak gugatan SEC. Menurutnya, penyelidikan SEC terhadap Elon Musk telah salah arah dan melewati batasan hingga menjadi bagian dari pelecehan.

Selain itu, pihak Musk menyatakan bahwa staf penegak hukum yang menyelidiki kasus tersebut tidak ditunjuk secara sah sehingga mereka tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan panggilan pengadilan, tetapi argumen ini ditolak oleh Beeler.