Meta Kalah Melawan FTC dalam Kasus Privasi Anak di Bawah Umur
Meta kalah melawan FTC di persidangan (foto: dok. unsplash)

Bagikan:

 

JAKARTA – Setelah melawan Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat selama beberapa bulan, Meta akhirnya kalah di persidangan atas keputusan hakim federal dari Pengadilan Distrik.

Hakim Timothy Kelly memutuskan bahwa regulator AS berhak mengurangi jumlah pendapatan yang dihasilkan Meta dari para pengguna di bawah 18 tahun. Kelly juga menolak mosi dari Meta agar lembaga distrik bisa mengambil alih kasus tersebut.

Kasus ini diawali dengan tuduhan FTC di bulan Mei lalu. Lembaga itu menyatakan bahwa Meta telah menyesatkan para orang tua terkait besarnya kendali mereka dalam mengetahui siapa saja yang menjalin kontak dengan anak-anaknya di Messenger Kids.

Atas tindakan tersebut, FTC berencana mengubah dana untuk penyelesaian kasus di tahun 2019. Saat itu, Facebook diminta untuk membayar biaya penyelesaian sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp77 triliun.

Dalam aturan terbaru yang dikeluarkan FTC, lembaga itu akan memperketat kebijakan dalam mengumpulkan uang dari pengguna di bawah usia 18 tahun, termasuk pada bisnis realitas virtual yang Meta kerjakan.

Dari laporan Reuters, Meta mengatakan bahwa tuduhan FTC terkait anak di bawah umur dan masalah privasi mereka tidak berdasar. Mereka berusaha melawan FTC yang dianggap telah melanggar hukum karena menulis ulang perjanjian mereka secara sepihak.

Sementara itu, dalam sidang yang berbeda, Meta sedang dituntut atas kasus penanganan anak-anak di bawah usia 13 tahun di platformnya. Meta juga dianggap sengaja menargetkan anak-anak untuk kepentingan perusahaan.

Tuntutan ini diajukan oleh jaksa agung di 42 negara. Perusahaan itu diklaim telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-Anak (COPPA) yang membahas spesifik tentang akses internet bagi remaja hingga pembatasan pengumpulan data.

Seluruh jaksa ini meyakini bahwa Meta sadar terkait jumlah pengguna di bawah 13 tahun yang mencapai jutaan. Alih-alih menyingkirkan akun anak-anak tersebut sesuai janji CEO Meta Mark Zuckerberg di tahun 2021, mengutip dari TechCrunch, perusahaan itu membiarkannya dan mengumpulkan informasi pribadi mereka.