Harga USTC Melonjak 137%, Ini Penyebab Naiknya <i>Stablecoin</i> Algoritmik yang Pernah Kolaps Itu!
USTC dan LUNC tiba-tiba naik. (Foto; Dok. CriptoKio)

Bagikan:

JAKARTA - Stablecoin algoritmik USTC berhasil bangkit dari keterpurukan dan mencatatkan kenaikan harga hingga 137,20% dalam 24 jam terakhir. USTC, yang merupakan salah satu proyek kripto platform Terra Classic, kini telah memperbaiki kinerjanya dan menghasilkan keuntungan sebesar 170% dalam tujuh hari terakhir.

Lonjakan harga USTC dipicu oleh kabar bahwa Terra Classic Labs, sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan proyek Terra Classic, telah mengakuisisi 25,6 juta USTC senilai sekitar $500.000 (Rp7,8 miliar). Pembelian tersebut merupakan bagian dari kebijakan perusahaan terkait dana cadangan.

Hal ini diungkapkan oleh pengguna X yang merupakan Mitra Resmi Luna Classic Labs. Harga pembelian rata-rata yang dilakukan oleh Terra Classic Labs adalah $0,021 (Rp 326) per USTC.

Dengan akuisisi ini, Terra Classic Labs berharap dapat meningkatkan likuiditas dan stabilitas harga USTC, yang kini berfungsi sebagai aset investasi yang menjanjikan. Sejak harga pembelian rata-rata, Terra Classic Labs telah melihat nilai investasinya naik sebesar 76,6% dari harga USTC saat ini sebesar $0,0371 (Rp 577).

Peningkatan harga USTC juga berdampak positif pada token Terra Classic (LUNC), yang merupakan saudara kandung dari USTC. LUNC, yang merupakan koin utama dari platform Terra Classic, mengalami kenaikan harga sebesar 26% menjadi $0,00009825 (Rp 1,53).

Pernah Kolaps

Informasi saja, sebelum kejatuhan Terraform Labs, nama kedua aset kripto di atas sebelumnya adalah UST dan LUNA. Keduanya sempat kehilangan nilainya sekitar 99% pada 7 Mei 2022. UST sendiri merupakan stablecoin algoritmik milik Terra. Jenis ini menggunakan dana cadangan aset kripto lain seperti BTC dan ETH sebagai penopang nilainya.

Setelah peristiwa kolapsnya UST dan LUNA serta ditangkapnya Do Kwon, proyek ini melakukan rebranding menjadi USTC dan LUNC. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan nama perusahaan pasca kejatuhan harga pada Mei tahun lalu.