Bagikan:

JAKARTA - Cardano (ADA), platform blockchain generasi ketiga yang bersaing dengan Ethereum, tengah menikmati pertumbuhan yang luar biasa di sektor DeFi (keuangan terdesentralisasi). Menurut laporan dari Messari, perusahaan analisis kripto, nilai total terkunci (TVL) dan nilai stablecoin di jaringan Cardano seperti DJED dan iUSD telah mencapai rekor baru pada kuartal keempat tahun 2023.

TVL adalah ukuran likuiditas yang tersedia di sebuah protokol DeFi, yang menunjukkan seberapa banyak aset yang disimpan oleh pengguna di dalamnya. Stablecoin adalah jenis kripto yang nilainya diikat dengan mata uang fiat atau aset lain, yang bertujuan untuk mengurangi volatilitas harga.

TVL Cardano Naik 166% dalam Satu Kuartal

Berdasarkan laporan Messari menunjukkan bahwa TVL Cardano dalam dolar AS naik 166% dalam kuartal keempat, dari 169 juta dolar AS (Rp2,64 triliun) pada akhir September menjadi 449 juta dolar AS (Rp7,01 triliun) pada 14 Desember. Angka ini juga mencerminkan pertumbuhan year-over-year sebesar 693,4%, dari 56,6 juta dolar AS  (Rp883,9 miliar) pada akhir 2022.

Peningkatan TVL Cardano juga meningkatkan peringkatnya di antara semua jaringan blockchain berdasarkan metrik ini. Cardano naik dari posisi 15 menjadi 11 selama kuartal keempat, dan dari posisi 34 menjadi 11 sepanjang tahun 2023.

Stablecoin Cardano Melonjak 1.000%

Selain TVL, nilai stablecoin Cardano juga mengalami lonjakan yang signifikan pada kuartal keempat. Nilai stablecoin Cardano dalam dolar AS melonjak 1.000%, dari 4,7 juta dolar AS  (Rp73,4 miliar) pada akhir September menjadi 52,1 juta dolar AS  (Rp813,5 miliar) pada 14 Desember.

Stablecoin Cardano terdiri dari iUSD dan DJED, yang diluncurkan pada kuartal ketiga tahun 2023. iUSD adalah stablecoin algoritmik yang nilainya diikat dengan dolar AS, sementara DJED adalah stablecoin berbasis jaminan yang mirip dengan DAI di Ethereum. Kedua stablecoin ini berfungsi sebagai aset dasar untuk berbagai aplikasi DeFi di Cardano, seperti pinjaman, pertukaran, dan derivatif.

Selain itu, ada juga stablecoin USDM yang akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2024 oleh Mehen, sebuah protokol DeFi yang beroperasi di Cardano. USDM adalah stablecoin berbasis jaminan yang didukung oleh aset kripto lain, seperti ADA, ETH, BTC, dan lainnya. USDM bertujuan untuk menjadi stablecoin utama di Cardano, dengan menawarkan stabilitas, likuiditas, dan interoperabilitas.

Cardano Siap Menjadi Pesaing Serius di DeFi

Dengan pertumbuhan TVL dan stablecoin yang mengesankan, serta inovasi dan variasi protokol yang terus berkembang, Cardano menunjukkan bahwa platform ini siap menjadi pesaing serius di sektor DeFi, yang saat ini didominasi oleh Ethereum.

Cardano memiliki keunggulan yang dapat menarik pengguna dan pengembang DeFi, yakni kecepatan dan efisiensi transaksi yang lebih tinggi, berkat algoritma konsensus Proof-of-Stake (PoS) yang disebut Ouroboros, yang diklaim sebagai salah satu algoritma PoS paling aman dan ramah lingkungan di dunia.