Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan dan Informasi Republik Kazakhstan telah secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah memblokir akses ke situs web Coinbase di negara tersebut. Otoritas Kazakhstan telah memblokir alamat IP lokal  untuk bisa mengakses Coinbase setidaknya sejak bulan September.

Menurut laporan dari media lokal, Kursiv, yang diterbitkan pada 7 November, akses ke situs web Coinbase diblokir berdasarkan perintah dari Kementerian Kebudayaan dan Informasi. Perwakilan Kementerian menjelaskan kepada jurnalis bahwa permintaan tersebut berasal dari instansi pemerintah lain, yaitu Kementerian Pengembangan Digital, yang menuduh Coinbase melanggar Undang-Undang tentang Aset Digital.

Undang-Undang tentang Aset Digital, yang mulai berlaku pada Februari 2023, melarang penerbitan dan perdagangan mata uang digital serta operasi pertukaran kripto tanpa lisensi nasional. Persetujuan awal untuk beroperasi diberikan oleh otoritas Pusat Keuangan Internasional Astana (AIFC), sebuah zona ekonomi khusus di Kazakhstan.

Hingga saat ini, Binance, Bybit, CaspianEx, Biteeu, ATAIX, Upbit, dan Xignal&MT telah disetujui oleh Otoritas Layanan Keuangan Astana, yang mengatur AIFC.

Laporan pertama mengenai masalah akses ke situs web Coinbase muncul pada September lalu ketika media Telegram lokal, Finance.kz, menulis bahwa "tembok investasi Kazakhstan yang hebat" memblokir akses tidak hanya ke Coinbase, tetapi juga ke Kraken dan bursa kripto internasional besar lainnya.

Kazakhstan telah menerapkan pendekatan regulasi yang ketat terhadap kripto, termasuk sektor penambangan kripto, yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Pada bulan Oktober, delapan operator penambangan kripto besar menandatangani surat terbuka kepada Presiden Kassym-Jomart Tokayev, menyatakan bahwa industri penambangan kripto berada dalam "situasi yang sangat sulit" karena harga energi yang tinggi bagi para penambang.