Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sepakat untuk melanjutkan kerja sama dengan Jepang di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), penyiaran, dan layanan pos. 

Tidak hanya itu, kedua Indonesia dan Jepang juga akan menjajaki peluang implementasi kerja sama terhadap pengembangan sektor digital seperti 5G, artificial intelligence (AI), dan big data.

Penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) ini dilakukan oleh Wamenkominfo Nezar Patria dan Menteri Parlemen Ministry of Internal Affairs and Communications (MIC) Jepang Komori Taku. 

Melalui pembaruan MoC ini, kedua negara akan berkolaborasi dalam pembentukan regulasi dan kebijakan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan bantuan teknis, dukungan kerja sama lembaga dan organisasi terkait, serta pertukaran pengetahuan, dan pengalaman. 

"Saat ini pemerintah Indonesia sedang mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang mungkin dapat dikolaborasikan dengan Jepang, termasuk pembangunan pusat data," kata Nezar saat bertandang ke Tokyo, Jepang, dilansir dari siaran resminya. 

Selain itu, Wamenkominfo juga menjajaki peluang untuk kerja sama di sektor digital dan membuka peluang investasi bagi perusahaan Jepang di Indonesia.

“Indonesia tengah mengeksplorasi kerja sama dengan Jepang terkait ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Dan kami terbuka untuk peluang investasi di sektor teknologi digital,” ungkapnya

Menurut Wamenkominfo, Wakil MIC Jepang Komri Taku menyambut baik usulan Indonesia mengenai  pengembangan kerja sama sektor digital, terutama berkaitan dengan pemanfaatan teknologi 5G, AI dan data.

“Terutama mengenai standar dan penerapan kebijakan pada AI yang dapat meningkatkan pemanfaatan AI, dan mencegah risiko yang ditimbulkan oleh AI,” tutur Wamen Nezar Patria.

Terakhir, Wamen Nezar Patria juga mengapresiasi rencana investasi beberapa perusahaan teknologi Jepang.