Bagikan:

JAKARTA - Rolls-Royce akan membangun reaktor nuklir untuk pangkalan di Bulan. Rencana yang cukup mengejutkan ini baru saja mendapatkan lampu hijau dari pemerintah Inggris.

Melalui rilis resmi, Badan Antariksa Inggris (UKSA) menegaskan telah mendukung penelitian yang dikerjakan oleh Rolls-Royce dengan kucuran dana sebesar 2,9 juta pound sterling atau setara Rp54,1 miliar.

Dana tersebut nantinya akan digunakan pembuat mobil mewah asal Inggris itu guna mengembangkan program yang dijuluki Micro-Reactor untuk menyediakan tenaga yang dibutuhkan manusia saat hidup dan bekerja di Bulan.

“Semua misi luar angkasa bergantung pada sumber daya, untuk mendukung sistem komunikasi, pendukung kehidupan, dan percobaan sains," ungkap UKSA pada laman resminya dikutip Senin, 20 Maret.

“Tenaga nuklir memiliki potensi untuk secara dramatis meningkatkan durasi misi Bulan di masa depan dan nilai ilmiahnya,” imbuhnya.

UKSA mengatakan, dana baru itu dibagun di atas 249.000 pound sterling yang disediakan pemerintah Inggris untuk mendanai studi pada 2022.

Untuk hasil pertama dari dana baru tersebut, mereka akan memberikan demonstrasi awal reaktor nuklir modular bulan Inggris.

Micro-Reactor nuklir akan memiliki desain yang ringan dibandingkan dengan sistem tenaga lainnya, daya akan terus menerus terlepas dari lokasi dengan menggunakan sinar matahari yang tersedia sebagai bahan bakar, dan kondisi lingkungan lainnya.

Tiga fitur utama Micro-Reactor, meliputi bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan panas, metode perpindahan panas dan teknologi untuk mengubah panas tersebut menjadi listrik.

Aplikasi potensial teknologi Micro-Reactor Rolls-Royce sangat luas dan dapat mendukung kasus penggunaan komersial serta pertahanan selain di luar angkasa.

Tujuannya adalah untuk menciptakan kemampuan daya dan propulsi terdepan di dunia untuk berbagai pasar juga kebutuhan operator, di samping sumber daya yang bersih, ramah lingkungan, serta jangka panjang.

"Teknologi ini akan memberikan kemampuan untuk mendukung kasus penggunaan komersial dan pertahanan sekaligus memberikan solusi untuk mendekarbonisasi industri dan menyediakan energi yang bersih, aman, dan andal," kata Direktur Program Masa Depan Rolls-Royce, Abi Clayton.

Rolls-Royce akan bekerja sama dengan berbagai organisasi dalam proyek tersebut, termasuk Pusat Riset Manufaktur Lanjutan Universitas Sheffield dan AMRC Nuklir, serta Universitas Oxford.

“Mengembangkan tenaga nuklir ruang angkasa menawarkan kesempatan unik untuk mendukung teknologi inovatif dan mengembangkan basis keterampilan nuklir, sains, dan teknik ruang angkasa kami,” ujar kepala eksekutif UKSA Paul Bate.

"(Penelitian Rolls-Royce) dapat meletakkan dasar untuk memperkuat kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan, sekaligus meningkatkan sektor ruang angkasa Inggris yang lebih luas, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan investasi lebih lanjut," tambahnya.

Jika sesuai target, Rolls-Royce akan meluncurkan reaktor ke Bulan pada 2029. Kemitraan dengan Rolls-Royce muncul setelah UKSA belum lama ini mengumumkan dana 51 juta pound sterling yang tersedia bagi perusahaan Inggris untuk mengembangkan layanan komunikasi dan navigasi untuk misi ke Bulan.

Sebagai bagian dari program Cahaya Bulan Badan Antariksa Eropa (ESA), yang bertujuan untuk meluncurkan konstelasi satelit ke orbit di sekitar Bulan. Memungkinkan astronot masa depan, penjelajah, eksperimen sains, dan peralatan lain untuk berkomunikasi, berbagi data dalam jumlah besar termasuk video definisi tinggi, dan menavigasi dengan aman melintasi permukaan bulan.

Diklaim, dukungan pada Rolls-Royce ini merupakan tanggapan atas program Artemis NASA, yang berfokus menghadirkan manusia sebagai misi berkelanjutan di Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.

NASA bekerja dengan mitra internasional dan komersial di Artemis. Pada Juli 1969, Neil Armstrong menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di Bulan.