Pemerintah Dubai Bersiap Pindah ke Metaverse
Dubai bakal pindahkan departemen pemerintahannya ke metaverse. (Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA – Baru-baru ini Dubai dikabarkan akan memindahkan pemerintahannya ke dunia digital. Ini merupakan langkah terdepan Dubai dalam merespon perkembangan metaverse.

Dubai bertujuan menjadikan metaverse sebagai bagian penting dalam proses pengembangan masa depan. Sharad Agarwal, chief metaverse officer Cybergear, sebuah perusahaan metaverse yang berbasis di Dubai, berbicara tentang proses ini di acara bertema metaverse lokal.

“Kami sudah mulai mendapatkan banyak pertanyaan dari departemen dan kementerian pemerintah untuk membuat mereka mendukung Metaverse. Hanya masalah waktu sebelum Dubai menjadi pusat kripto dan Metaverse dunia,” ujar Agarwal.

Beralih ke metaverse tidak semudah membalik telapak tangan. Agarwal menegaskan bahwa pembangunan kawasan pemerintahan dan penetapan fungsinya akan memakan waktu.

“Ada kerja keras yang terlibat, jadi Anda perlu memutuskan layanan apa yang ingin Anda tawarkan dan model bisnis dan kemudian komunitas onboard seperti yang ada di dunia fisik,” tambah Agarwal.

Dilansir dari Bitcoin.com, Dubai telah menjadi salah satu negara yang telah menerapkan rencana global untuk menjadikan metaverse sebagai industri yang menguntungkan di masa depan.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah Dubai membentuk Dubai Metaverse Strategy, sekelompok arahan yang bertujuan untuk membuat metaverse berkontribusi 1% terhadap PDB negara untuk tahun 2030, bertujuan untuk menyediakan 42.000 pekerjaan virtual pada tahun yang sama.

Negara-negara lain seperti Korea Selatan juga berinvestasi besar-besaran untuk mengembangkan industri metaverse mereka sendiri, mengalokasikan $ 177 juta untuk pengembangan metaverse dalam negeri.

“Dubai memiliki pasar real estat yang besar. Di masa depan, orang akan dapat terbang seperti superman ke masyarakat, melihat-lihat vila dan juga mengkonfigurasi dekorasi interior sesuai keinginan mereka. Setelah puas, mereka dapat membayar secara digital,” kata Agarwal.