Bagikan:

JAKARTA – Avalanche (AVAX) merupakan salah satu kripto yang menjadi cadangan TerraUSD. Pasca UST rontok, anak perusahaan Terraform Labs, Luna Foundation Guard menyatakan pihaknya belum ada rencana bagi simpanan kriptonya, AVAX.

Sempat dikaitkan dengan UST, harga AVAX sempat anjlok 14 persen pada 18 Mei. Saat itu diperdagangkan mendekati 35 dolar AS hingga pada 19 Mei harganya sempat turun ke 28,50 dolar AS.

Penurunan tersebut bertepatan dengan laporan kantor berita Korea Selatan yang mengklaim Terraforms Labs, pengembang blockchain Terra, berutang 100 miliar won (sekitar 78,5 juta dolar AS) kepada agen pajak regional, sebagaimana laporan Cointelegraph.

Pasalnya, LFG dilaporkan memiliki sekitar 1,97 juta token AVAX senilai 58,39 juta dolar AS sebagai dana cadangan yang ditujukan untuk menopang nilai UST. Selain memegang AVAX, LFG juga memiliki Bitcoin (BTC), Binance Coin (BNB) dan LUNA.

Sebelumnya, LFG telah menjual sebagian besar kepemilikannya untuk menopang nilai UST menyusul “depeg”-nya dari dolar AS. Hingga saat ini LFG masih menyimpan AVAX dan belum menjualnya satu koin pun.

Paniknya investor karena bayang-bayang keruntuhan UST dan LUNA berdampak pada penurunan harga Avalanche yang anjlok lebih dari 50 persen pada Mei ini. Kepanikan yang mencuat di kalangan itu mendorong pihak AVAX untuk merespon kondisi tersebut.

Pihak AVAX mengeluarkan pernyataannya lewat pengumuman di akun Twitter resmi Avalanche dengan menyatakan: “Beberapa anggota Komunitas Avalanche telah menanyakan tentang detail di sekitar $AVAX yang dimiliki Luna Foundation Guard dan Terraform Labs.”  

Selanjutnya, Avalanche menjelaskan secara transparan terkait pembelian AVAX yang dilakukan LFG untuk dijadikan sebagai dana cadangan Terra.

“Jika ada penjualan yang direncanakan untuk cadangan LFG, Avalanche Foundation siap bekerja dengan LFG dalam strategi perdagangan yang masuk akal,” tulis keterangan dari AVAX, 20 Mei 2022.