Bagikan:

JAKARTA – Nissan Motor Co menunda  kembali tanggal rilis SUV listrik Ariya B6 karena kekurangan semikonduktor global dan gangguan rantai pasokan lainnya. Hal ini diumumkan oleh pembuat mobil asal Jepang itu dalam sebuah pernyataan pada Senin malam, 4 Maret.

Ariya, model EV kedua Nissan setelah mobil jenis hatchback, Leaf, kini akan mulai dijual pada 12 Mei di Jepang. Padahal rencana semula Nissan akan meluncurkan mobil ini pada  akhir Maret.

Sebelumnya Ariya sendiri sempat dijadwalkan untuk peluncuran pertengahan 2021. Akan tetapi ditunda karena kekurangan chip terkait COVID-19. “Penjualan di Eropa  akan dimulai musim panas ini dan Amerika Serikat pada musim gugur,” kata sumber Nissan, seperti dikutip Reuters.

Versi SUV edisi terbatas ini mulai dijual di Jepang sesuai rencana pada bulan Januari. Nissan memelopori kendaraan listrik pasar massal dengan Leaf pada 2010.

Kekurangan pasokan chip global, memang banyak menghantam industri mobil di berbagai dunia. Selain menurunkan jumlah produksi kelangkaan chip juga mengurangi banyak pendapatan pabrik mobil besar di dunia, termasuk Nissan.

Oleh karena itu kini banyak negara mulai menginvestasikan dana untuk membangun pabrik chip sendiri serta mengurangi ketergantungan mereka pada Taiwan, produsen chip dan semikonduktor terbesar di dunia.