Lapan Siapkan Satelit Konstelasi dan Observatorium Baru
Ilustrasi satelit (dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sedang menyiapkan sejumlah infrastruktur, mulai dari observatorium hingga satelit konstelasi. Hal ini dilakukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan (iptek) dan Antariksa nasional dalam beberapa tahun ke depan.

"Dengan kita mempunyai satelit konstelasi rencana ada sembilan satelit nanti sampai 2024 dibandingkan dengan kita menyewa satelit mobile untuk mengirim semua data yang dibutuhkan itu. Dari misi itu kita bisa menghitung penghematannya sekitar 121 juta dolar AS per tahun," kata Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa Lapan, Rika Andiarti, seperti dikutip Antara, Kamis 6 Agustus. 

Satelit konstelasi tersebut akan dibangun secara bertahap dan menjadi kegiatan Lapan dalam periode 2020-2024. "Di dalam lima tahun ke depan satelit komunikasi konstelasi yang ingin kita bangun ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kemaritiman," ujarnya.

Satelit tersebut dapat digunakan untuk pemantauan lalu lintas udara, komunikasi, dan pemantauan kebencanaan. Dengan membangun satelit konstelasi tersebut, tidak hanya terjadi penghematan secara ekonomi tapi secara teknologi bisa membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara lain dalam pengembangan Iptek dan antariksa. 

"Kita akan membangun secara bertahap dari satu satelit dulu kemudian empat satelit dan seterusnya," tuturnya.

Observatorium Nasional di Kupang

Observatorium (dok. Antara)

Tak hanya pengembangan satelit konstelasi, Lapan juga sedang membangun Observatorium nasional di Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Rencananya pembangunan observatorium ini akan dapat diresmikan pada 2021 mendatang.

"Harapannya observatorium nasional ini bisa diresmikan di tahun depan," kata  Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer Lapan, Halimurrahman dalam acara webinar.

Gunung Timau dipilih menjadi lokasi pembangunan observatorium karena diperlukan suatu daerah yang gelap dan tidak banyak hambatan awan. "Karena di daerah yang cahayanya sangat rendah kita bisa melihat bintang yang berkelip di atas kita," ujar Halimurrahman.

Dengan keberadaan observatorium nasional di Kupang, diharapkan wilayah itu menjadi tempat wisata langit yang tentunya akan meningkatkan ekonomi di daerah sekitar. Observatorium itu akan dilengkapi dengan teleskop 380 cm yang relatif besar untuk wilayah Asia-Pasifik dan sangat bermanfaat untuk penelitian keantariksaan.

"Harapannya dengan membangun observatorium nasional di Kupang kita mendorong Indonesia bagian timur memiliki sains khususnya keantariksaan yang maju seperti halnya Bandung," tutur Halimurrahman.