JAKARTA - Mercedes-Benz tengah meninjau ulang cara merakit mobil demi membuat proses produksinya lebih ramah lingkungan. Alih-alih mengandalkan teknologi baru, pabrikan asal Jerman ini justru mempertimbangkan solusi sederhana, yakni mengganti lem dengan sekrup.
Melalui inisiatif keberlanjutan Tomorrow XX, Mercedes-Benz berencana menggunakan sekrup pada perakitan lampu depan. Cara ini memungkinkan setiap bagian lampu depan dilepas dan diganti secara terpisah jika rusak, tanpa harus membuang seluruh unit.
Lensa lampu depan yang kerap rusak akibat kerikil menjadi salah satu contoh. Jika lensa dapat diganti sendiri, usia pakai lampu depan bisa lebih panjang.
Selain memudahkan perbaikan, langkah ini juga dinilai dapat menekan emisi karbon karena kebutuhan produksi lampu depan baru berkurang. Sebagaimana dilansir dari The Drive, Senin, 15 Desember.

BACA JUGA:
Mercedes-Benz juga ingin membuat setiap komponen lampu depan dari satu jenis material agar lebih mudah didaur ulang. Material hasil daur ulang tersebut nantinya dapat digunakan kembali untuk memproduksi lampu depan baru, sehingga penggunaan bahan daur ulang meningkat dan emisi karbon dapat ditekan.
Upaya serupa juga diterapkan pada bagian lain, seperti panel pintu interior. Mercedes-Benz berencana mengganti metode pengelasan dengan sistem pengikat yang lebih mudah dilepas, sehingga komponen dapat dibongkar dan didaur ulang saat kendaraan sudah tidak digunakan.
Sebagai langkah awal, CLA-Class terbaru telah menggunakan tangki cairan pembersih kaca dari 100 persen plastik daur ulang, serta bumper dengan kandungan material daur ulang. Ke depan, Mercedes-Benz juga menguji pemanfaatan ban bekas dan airbag lama untuk berbagai komponen kendaraan.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular, di mana mobil baru dibuat dari bahan hasil daur ulang mobil lama. Meski bukan pelopor konsep ini, Mercedes-Benz menilai pendekatan tersebut semakin relevan, sebab dampak lingkungan kendaraan tidak hanya berasal dari emisi gas buang, tetapi juga dari proses produksi dan ekstraksi bahan baku.