JAKARTA - Gelombang penarikan kendaraan terkait masalah airbag kembali terjadi pada Mei tahun ini. Kali ini, kampanye recall melibatkan 517.927 unit kendaraan dari merek Acura, Honda, dan Jeep yang beredar di berbagai pasar.
Penarikan terbesar mencakup 419.035 unit Jeep Grand Cherokee produksi 2022-2026 dan Grand Cherokee L tahun 2023-2025. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) mengungkapkan bahwa airbag samping pada kendaraan tersebut berpotensi tidak mengembang secara optimal akibat gangguan perangkat lunak.
Menurut otoritas tersebut, sekitar 1 persen kendaraan yang terdampak diduga memiliki modul pengendali sistem penahan penumpang dengan perangkat lunak yang dapat menyebabkan kesalahan sementara sensor tekanan kantung udara pintu tetap aktif selama masa pakai sensor.
Seperti dilansir dari Carscioops, Sabtu, 30 Mei, kondisi tersebut berisiko menimbulkan keterlambatan aktivasi airbag samping saat kecelakaan terjadi, sehingga kendaraan tidak memenuhi standar keselamatan federal yang berlaku.
Jeep diketahui mulai mendeteksi indikasi masalah tersebut pada awal 2023 setelah muncul sejumlah klaim garansi yang berkaitan dengan sensor tekanan airbag pintu. Setelah melakukan investigasi selama beberapa tahun, perusahaan akhirnya berhasil mengidentifikasi sumber permasalahan.
BACA JUGA:
Sebagai langkah perbaikan, dealer akan melakukan pembaruan perangkat lunak pada modul pengendali sistem pengaman penumpang. Surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan dijadwalkan mulai dikirim pada pertengahan bulan depan.
Di sisi lain, Honda dan Acura juga mengumumkan penarikan 98.892 kendaraan akibat persoalan berbeda yang masih berkaitan dengan sistem airbag. Pada sejumlah model, sensor berat kursi penumpang depan dapat retak dan mengalami korsleting, yang dapat menyebabkan kantung udara mengembang tanpa disengaja saat terjadi tabrakan.
Dokumen recall menyebutkan kapasitor pada papan sirkuit tercetak berpotensi mengalami retak dan memicu korsleting internal ketika terpapar kelembapan udara. Akibatnya, airbag penumpang depan dapat mengembang sepenuhnya meski kursi penumpang diisi anak kecil atau bayi yang berada di kursi keselamatan khusus.
Masalah tersebut diduga berakar dari perubahan material papan sirkuit yang dilakukan sementara oleh pemasok tingkat pertama setelah pemasok tingkat kedua terdampak bencana alam. Material pengganti itu dinilai tidak cukup terverifikasi untuk penggunaan yang dimaksudkan sehingga dapat menimbulkan tekanan tambahan pada papan sirkuit dan memicu keretakan.
Recall terbaru ini merupakan perluasan dari kampanye serupa yang telah dilakukan pada 2024 dan mencakup 750.114 kendaraan. Pada 2025, indikasi bahwa lebih banyak unit berpotensi terdampak mulai muncul sehingga Honda dan Acura membuka penyelidikan lanjutan.
Meski telah menerima 228 klaim garansi terkait masalah tersebut, Honda dan Acura menyatakan belum ada laporan cedera maupun korban jiwa. Sebagai solusi, dealer akan mengganti sensor berat kursi dengan komponen yang telah diperbarui. Pemberitahuan kepada pemilik kendaraan direncanakan mulai dikirim pada awal Juli mendatang.