Bagikan:

 

JAKARTA - Pabrikan otomotif dari Jepang, Nissan, berencana untuk membangun baterai untuk EV yang dijual ke pasar Amerika Serikat (AS) melalui perusahaan asal Korea Selatan, SK On mulai sekitar 2028 dan seterusnya.

Melansir dari Nikkei Asia, Sabtu, 25 Januari, langkah ini diambil bertujuan untuk meningkatkan bisnis kendaraan listriknya sebagai bagian dari perubahan Haluan yang telah direncanakan.

Produsen otomotif tersebut sepakat dengan SK On untuk menyetujui pasokan baterai lithium ternary berkapasitas hingga 20 GWh atau setara dengan sekitar 300.000 unit EV standar saat ini.

Ini juga sejalan dengan apa yang diucapkan oleh Vice President Nissan, Hideyuki Sakamoto, yang mengatakan pihaknya sedang pertimbangkan rencana memproduksi kendaraan listrik kompak di pabriknya di wilayah Kyushu, Jepang.

“Wilayah Kyushu juga merupakan basis yang sangat kompetitif secara geopolitik, jadi kami ingin memanfaatkannya,” kata Sakamoto.

Pabrikan sedang mempertimbangkan untuk memindahkan produksi ke pabrik Kyushu mulai pada tahun 2028. Fasilitas tersebut dapat memproduksi sebanyak 500.000 unit kendaraan.

Diperkirakan Nissan akan menggunakan 80 persen dari kapasitas pabrik ini pada periode tersebut untuk membangun kei car EV ini dengan mengalihkan produksi model Rogue ke lini produksi lainnya.

Diharapkan ini dapat meneruskan tren dari Sakura sebagai model EV terlaris di Jepang pada tahun 2023 dengan pangsa mencapai 42 persen. Penjualannya telah mencapai hampir 64.000 unit sejak diperkenalkan pada 2022.

Memiliki ukuran yang mungil, Sakura memperoleh popularitas yang tinggi di negeri matahari terbit. Ukurannya yang kecil amat sesuai menerobos jalanan sempit di berbagai wilayah padat penduduk.