Bagikan:

JAKARTA - Atletico Madrid dan Inter Milan bersiap bentrok di Estadio Metropolitano pada Rabu malam 26 November waktu setempat. Kedua tim, membawa cerita kontras yang sama-sama menggigit. Atletico belum terkalahkan di kandang sepanjang musim ini, sementara Inter menjadi salah satu tim dengan rekor sempurna di fase liga Liga Champions. Dua tren keras kepala itu akan saling menantang, dan salah satunya harus patah.

Atletico datang dengan misi yang lebih genting. Enam poin dari empat laga membuat posisi mereka di jalur playoff belum aman. Tim asuhan Diego Simeone tampil tidak konsisten di Eropa: dua kali kalah di Inggris—2-3 dari Liverpool dan 0-4  dari Arsenal. Namun Los Colchoneros ini mengamuk saat menghajar Eintracht Frankfurt 5-1 dan menang 3-1 di laga berikutnya. Kemenangan atas Union Saint-Gilloise di Madrid, lewat gol Julian Alvarez, Conor Gallagher, dan Marcos Llorente, kembali menegaskan bahwa Metropolitano masih menjadi benteng yang berbahaya.

Secara historis, benteng itu memang kokoh. Atletico hanya kalah sekali dari 16 laga kandang terakhir di Liga Champions dan memenangkan 10 dari 11 partai terbaru. Momentum domestik mereka juga bagus setelah menumbangkan Getafe dan melanjutkan lima kemenangan beruntun. Kali ini, Simeone kembali bertemu mantan klubnya, dan ingatan dua tahun lalu masih segar: Atleti menyingkirkan Inter lewat drama adu penalti setelah membalikkan keadaan di kandang.

Tapi Inter datang bukan sebagai tamu sembarangan. Finalis musim lalu itu memegang 12 poin dari empat laga—bersama Bayern dan Arsenal sebagai satu-satunya tim dengan rekor sempurna. Mereka sudah meratakan Ajax, Slavia Praha, dan Union SG, lalu menundukkan Kairat 2-1. Gawang yang hampir selalu rapat juga menjadi modal besar: hanya kebobolan dua kali dari 13 laga Liga Champions terakhir.

Yang mengganggu hanyalah tren buruk di partai besar. Kekalahan di Derby della Madonnina setelah tumbang dari Napoli dan Juventus membuat Inter melorot ke peringkat empat Serie A. Catatan tandang ke Spanyol juga tidak cantik: hanya satu kemenangan dari 15 laga fase grup melawan klub La Liga.

Kondisi tim juga menambah dinamika. Atletico masih kehilangan Robin Le Normand. Jan Oblak terancam absen, dan jika benar, Juan Musso bakal menjalani debut Eropa musim ini. Marcos Llorente juga diragukan. Antoine Griezmann kembali segar setelah diistirahatkan dan bersaing dengan Giacomo Raspadori dan Alexander Sorloth untuk menemani Julian Alvarez, yang sudah mengoleksi 14 gol Liga Champions sejak musim lalu.

Di kubu Inter, Lautaro Martinez siap mencatat start ke-50 di Liga Champions, ditopang Marcus Thuram atau Ange-Yoan Bonny. Cedera Denzel Dumfries, Henrikh Mkhitaryan, dan Matteo Darmian membuka ruang bagi Carlos Augusto, Piotr Zielinski, dan Petar Sucic untuk tampil sejak awal.

Atleti bakal tampil agresif karena kebutuhan poin, sementara Inter biasanya lebih tajam dan disiplin saat tampil di Eropa. Kombinasi itu menjanjikan duel keras yang kemungkinan berakhir imbang, dengan Inter cukup puas pulang membawa satu angka dari Madrid. Di ufuk pertandingan yang penuh tensi ini, ritme keras Eropa terasa seperti panggung teater tempat kedua klub menampilkan semua identitas mereka.

Perkiraan susunan pemain:

Atletico Madrid:
Musso; Molina, Gimenez, Hancko, Ruggeri; Simeone, Barrios, Koke, Gonzalez; Sorloth, Alvarez

Inter Milan:
Sommer; Akanji, Bisseck, Bastoni; Augusto, Barella, Calhanoglu, Zielinski, Dimarco; Martinez, Thuram

Prediksi
Atletico Madrid 1-1 Inter Milan