Jakarta – Pelatih papan atas asal Uzbekistan, Timur Kapadze, menunjukkan kelas profesionalnya saat menuntaskan rangkaian agenda padat di Jakarta sebelum terbang menikmati liburan ke Pink Beach, Lombok.
Kedatangan eksklusif Kapadze ke Indonesia ialah rangkaian program strategis Egi Sport, yang tak hanya menghadirkan transfer ilmu, tetapi juga membawa misi ganda, mengangkat kualitas sepak bola Indonesia, sekaligus mempromosikan destinasi wisata Tanah Air ke panggung internasional.
Managing Director Egi Sport, Rulit Candra, memastikan seluruh aktivitas Kapadze di Jakarta berjalan mulus, dari sesi profesional hingga waktu santai yang sudah dijadwalkan.
Di tengah jadwal yang ketat dan visa liburan yang sudah menunggu, Kapadze tetap menunjukkan etos kerja tanpa cela. Salah satu agenda penting yang ia penuhi ialah menjadi tamu utama podcast Ordal Garuda TV.
BACA JUGA:
Podcast itu bukan acara biasa. Dipandu oleh dua host yang dikenal kritis, Effendi Gazali dan Iwel Sastra, perbincangan bersama Kapadze menjadi ruang untuk membedah perkembangan sepak bola Indonesia secara jernih dan tajam.
Effendi membawa sudut pandang kritis soal kondisi sepak bola nasional, sementara Iwel Sastra—penulis Inspirasi Sukses dari Sepak Bola—menggali lebih dalam filosofi, karakter, dan nilai disiplin yang dibawa Kapadze dari sepak bola Asia Tengah.
Menurut Iwel Sastra, kehadiran Kapadze membuka jendela baru tentang bagaimana pelatih modern bekerja.
"Kapadze ini tipe pelatih yang tidak bisa setengah-setengah. Bahkan, ketika dia sudah memegang visa liburan, komitmennya pada agenda profesional tetap nomor satu," ujar Iwel dalam keterangannya kepada VOI di Jakarta, Senin, 24 November 2025.
Ia menambahkan Kapadze membawa etos disiplin dan konsistensi yang bisa menjadi contoh bagi pelatih dan pemain lokal.
"Ia menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya pekerjaan, tapi cara hidup," kata Iwel.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian tugas di Jakarta, Kapadze langsung terbang ke Lombok. Ia memilih Pink Beach sebagai lokasi melepas penat—pantai berpasir merah muda yang dikenal tenang dan memukau.
Namun, jiwa seorang pelatih tak pernah benar-benar libur. Di sela waktu istirahat, Kapadze tetap menyempatkan diri menyentuh bola bersama tim Egi Sport yang sudah menyiapkan fasilitas latihan ringan.
Momen santai itu justru menegaskan bahwa passion-nya terhadap si kulit bula tak pernah padam.
Profesionalisme Kapadze, mulai dari memenuhi undangan media hingga tetap aktif bermain meski sedang liburan, menjadi sinyal kuat kedekatannya dengan komunitas sepak bola Indonesia.
Kolaborasi solid yang dirancang Egi Sport ini bukan hanya menghadirkan pengalaman baru untuk publik sepak bola nasional, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara Kapadze dan Indonesia.
Sementara itu, belakangan santer terdengar Kapadze dikaitkan sebagai salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert.
PSSI pun berencana melakukan wawancara terhadap para kandidat tersebut. Hanya saja, hingga kini federasi belum membocorkan soal sosok lima kandidat yang masuk tahap wawancara tersebut.