JAKARTA - Barcelona mencapai puncak di kompetisi La Liga Spanyol dengan mempertahankan trofi juara setelah mengalahkan rival bebuyutan Real Madrid 2-0 dalam El Clasico di Stadion Camp Nou, Senin, 11 Mei 2026 dini hari WIB.
Pencapaian yang sempurna. Barca menyegel titel liga dalam laga klasik di kompetisi domestik. Ya, El Clasico menjadi penentuan juara musim ini saat Barca menjamu Madrid yang musim ini harus berganti pelatih. Setelah Xabi Alonso yang menggantikan Carlo Ancelotti dinilai gagal dalam debutnya sebagai pelatih Madrid yang kemudian dipecat, posisi dia diambil alih Alvaro Arbeloa.
Sementara, Barca tetap menaruh kepercayaan kepada Hansi Flick. Meski mantan pelatih Bayern Munchen ini gagal membawa Barca meraih prestasi di Liga Champions dan Copa del Rey, namun kub tetap mempertahankannya.
Bahkan saat Barca harus bersaing ketat dengan Madrid memperebutkan posisi puncak, Flick masih nyaman menduduki kursi kepelatihan. Sementara, Alonso sudah harus lengser.
Terbukti, Flick kembali menuai hasil memuaskan dengan membawa Barca mempertahankan gelar juara. Dan, ini merupakan trofi liga kedua yang diraih Flick secara berturut-turut. Bagi Barca sendiri ini merupakan trofi juara ke-29 dalam sejarah klub. Madrid masih memegang rekor juara dengan memenanginya 36 kali.
Kemenangan atas Madrid di El Clasico menjadikan Barca mengantungi poin 91. Mereka unggul jauh 14 poin dengan Los Merengues yang menduduki peringkat dua. Dengan menyisakan tiga pertandingan lagi, perolehan poin Barca sudah tidak bisa dikejar Madrid yang kembali mengakhiri kompetisi tanpa meraih satu pun trofi.
Dalam big match tersebut, Barca langsung menggebrak dengan permainan ofensif. Flick hanya melakukan dua pergantian pemain saat mengalahkan Osasuna 2-1 pekan lalu.
Namun Madrid yang mengandalkan duet Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia melakukan hal sam. Tidak ada Kylian Mbappe yang mengalami cedera hamstring sehingga terpaksa absen di laga krusial itu.
Permainan ofensif Barca pun segera memberi hasil positif. Pemain pinjaman dari Manchester United, Marcus Rashford yang menjadi starter membuka kemenangan Blaugrana.
Rashford membuat stadion bergemuruh dengan sorak suporter setelah membobol gawang Madrid saat laga baru berjalan sembilan menit.
Gol tercipta lewat tendangan bebas yang indah dan gagal dijangkau kiper Thibaut Courtois yang kembali berdiri di bawah mistar setelah pulih dari cedera. Gol itu menjadi catatan manis Rashford yang berharap mendapat kontrak permanen dari Barca.
BACA JUGA:
Unggul 1-0 menjadikan Barca kian intensif melakukan tekanan. Meski tidak ada Lamine Yamal yang harus mengakhiri kompetisi lebih cepat karena cedera hamstring dan striker veteran Robert Lewandowski yang lebih duduk di bench, namun Barca tetap bisa bermain menyerang secara maksimal.
Terbukti, Barca tak butuh waktu lama untuk memantapkan keunggulan. Kali ini, striker Ferran Torres yang membawa Barca unggul 2-0 hanya berselang 10 menit.
Gol berawal dari kerjasama apik Fermin Lopez dan Dani Olmo. Selanjutnya, umpan dengan tumit belakang Olmo sukses dituntaskan Torres untuk mencetak gol. Keunggulan dua gol itu bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Madrid mencoba mengambil inisiatif menyerang. Hanya serangan mereka tak pernah membuahkan hasil. Apalagi kiper Joan Garcia bermain cemerlang dan mampu mempertahankan clean sheet sehingga akhir laga. Skor 2-0 untuk Barca bertahan hingga laga usai dan mereka menjadi juara liga.