Bagikan:

JAKARTA - Sepasang saudari kembar di Inggris baru mengetahui fakta besar setelah 49 tahun: mereka lahir dari rahim yang sama, hanya berselisih menit, tetapi memiliki ayah biologis berbeda.

Kasus ini terungkap lewat serial BBC Radio 4, The Gift, dan dilaporkan The Independent yang dilansir Jumat, 8 Mei. Michelle dan Lavinia Osbourne mengetahui hal itu setelah menjalani tes DNA. Temuan ini diyakini sebagai kasus pertama yang terdokumentasi di Inggris.

Secara teknis, Michelle dan Lavinia bukan kembar biologis, melainkan saudari seibu. Artinya, mereka lahir dari ibu yang sama, tetapi dari ayah berbeda.

Kasus ini terjadi karena fenomena medis sangat langka bernama heteropaternal superfecundation. Kondisi ini terjadi ketika seorang perempuan melepaskan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus, lalu sel telur itu dibuahi sperma dari pria berbeda.

BBC Radio 4 dalam The Gift melaporkan, baru sekitar 20 kasus serupa pernah teridentifikasi di dunia.

Lavinia mengaku terpukul. Selama ini, Michelle adalah satu hal yang paling ia yakini sebagai bagian dari dirinya. “Lalu ternyata tidak,” katanya kepada pembawa acara podcast Jenny Kleeman.

Michelle berbeda. Ia mengaku tidak terkejut. “Saya masih takjub ini bisa terjadi. Sangat aneh, sangat langka, tetapi masuk akal,” ujarnya.

Keduanya lahir di Nottingham pada 1976. Saat itu ibu mereka berusia 19 tahun dan berada dalam kondisi rentan. Menurut Michelle, ibunya pernah mengalami kekerasan dari ayah tiri dan semasa kecil keluar masuk keluarga asuh serta panti anak.

Sejak kecil, mereka diberi tahu bahwa ayah mereka adalah pria bernama James. Namun James tidak pernah benar-benar hadir dalam hidup mereka.

Saat berusia lima tahun, Michelle dan Lavinia dititipkan kepada ibu dari sahabat ibu mereka. Perempuan itu kemudian mereka panggil “Nenek”. Lavinia menggambarkannya sebagai sosok keras, tidak terlalu emosional, dan tidak hangat.

James baru muncul lagi ketika mereka remaja, setelah Lavinia berhasil melacaknya. Namun Michelle tidak pernah yakin James adalah ayahnya.

Pada akhir 2021, Michelle membeli alat tes DNA. Hasilnya keluar pada 14 Februari 2022, tepat pada hari ibu mereka meninggal dunia akibat demensia.

Tes itu menunjukkan James bukan ayah Michelle. Setelah menelusuri riwayat keluarganya, Michelle menemukan ayah biologisnya adalah Alex, saudara laki-laki dari teman ibunya.

Lavinia kemudian ikut menjalani tes DNA. Ia mengambil keputusan itu setelah bertemu keluarga Alex dan merasa tidak memiliki hubungan darah dengan mereka.

Hasilnya kembali mengejutkan. James juga bukan ayah Lavinia. Ayah biologis Lavinia adalah Arthur, pria yang tinggal di London barat.

Lavinia kini membangun hubungan dengan Arthur. Mereka bertemu beberapa kali dalam sebulan, kerap bersama Michelle.

Sementara itu, Michelle telah bertemu Alex. Namun ia memilih tidak membawa hubungan itu lebih jauh karena Alex disebut memiliki masalah penyalahgunaan zat.

“Dia milik saya, saya miliknya. Tapi saya tidak merasa dia orang yang perlu saya bawa ke masa depan,” kata Michelle. “Saya hanya perlu tahu.”