JAKARTA - Juventus nyaris tumbang di kandang sendiri dalam drama delapan gol di pertandingan pertama Liga Champions. Dalam duel di Stadion Allianz, Rabu, 17 September 2025 dini hari WIB, Juve seharusnya kalah bila tidak diselamatkan dua gol Dusan Vlahovic dan Lloyd Kelly di menit terakhir.
Laga tak mudah Juve. Bahkan Juve yang bermain di kandang sendiri nyaris kalah bila tidak ada dua gol di injury time yang menyamakan kedudukan.
Vlahovic menjadi penyelamat setelah mencetak dua gol yang memperkecil ketinggalan Juve. Selanjutnya, dia membuat assist yang menjadikan Kelly bisa menyamakan skor saat pertandingan segera berakhir.
Hasil tak memuaskan bagi kedua tim dan Vlahovic. Juve kehilangan peluang memenangkan pertandingan di kandang sendiri. Sebaliknya, pelatih Dortmund Niko Kovac kecewa karena gagal menang saat sudah unggul 4-2. Begitu pula Vlahovic yang gagal memanfaatka peluang yang seharusnya bisa menjadikan dia mencetak hattrick.
Meski demikian, Vlahovic yang disingkirkan Juve kembali membuktikan dirinya menjadi penyelamat. Sementara, Jonathan David yang menjadi tumpuan di lini depan belum menunjukkan ketajamannya. David baru mencetak satu gol dan assist dari tiga pertandingan Bianconeri.
“Untuk menunjukkan kemampuan, Anda harus benar-benar lapar,” kata Vlahovic. “Saya tak pernah puas dan seharusnya bisa mencetak gol ketiga,” ujarnya lagi.
“Namun yang lebih penting, kami tidak kalah. Kami juga harus menatap laga berikutnya,” kata Vlahovic.
Pertandingan itu sendiri berjalan membosankan di babak pertama. Tidak ada serangan berbahaya dari kedua tim. Meski demikian, gelandang Khephren Thuram nyaris membawa Juve unggul. Namun upaya dia bisa digagalkan kiper Gregor Kobel.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan mulai tinggi. Dortmund yang memberi tekanan terhadap pertahanan Juve akhirnya bisa memecah kebuntuan saat laga memasuki menit delapan. Pemain sayap Karim Adeyemi membawa Dortmund unggul 1-0 setelah tendangan ke sudut jauh gawang Juve gagal diselamatkan kiper Michele Di Gregorio.
Dortmund sesungguhnya berpeluang memperbesar keunggulan bila tendangan Serhou Guirassy secara refleks tidak digagalkan Di Gregorio.
Dalam posisi tertinggal, Juve kian agresif bermain menyerang. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil setelah gelandang Kenan Yildiz menyamakan skor di menit 63. Gol yang disambut suka-cita tifosi.
Hanya suka-cita mereka tak bertahan lama. Gelandang Felix Nmecha membawa Dortmund kembali unggul 2-1 setelah tendangan first time dia membobol gawang Juve hanya dua menit berselang.
Pertandingan tak menunjukkan tanda-tanda melambat. Tak lama kemudian giliran Juve yang mencetak gol. Kali ini, Vlahovic yang membawa La Vecchia Signora menyamakan skor menjadi 2-2 di menit 67.
Dalam posisi imbang, kedua tim sama-sama tak menyerah dan tetap bermain terbuka. Dortmund kembali menunjukkan kemampuan untuk meraih poin penuh setelah Yan Couto mencetak gol dan membawa klub Bundesliga Jerman ini unggul 3-2 di menit 74.
Selanjutnya, Die Borussen memperbesar keunggulan setelah Ramy Bensebaini menaklukkan Di Gregorio dari titik penalti. Wasit memberikan hadiah penalti setelah Kelly menyentuh bola di kotak terlarang di menit 86.
Saat laga memasuki injury time, Dortmund diperkirakan bakal menang karena sudah unggul 4-2. Namun pasukan Igor Tudor menolak menyerah. Alhasil, Vlahovic mencetak brace yang memperkecil ketinggalan tim menjadi 4-3 di menit 90+4.
Hanya berselang dua menit, dia kemudian melepaskan assist yang disambut dengan sundulan Kelly. Hanya wasit sempat meninjau gol itu lewat VAR karena ada kemungkinan Kelly dalalm posisi offside saat mencetak gol.
Wasit sampai butuh dua menit untuk memastikan gol itu sah dan langsung disambut sorak-sorai suporter tuan rumah. Skor akhir 4-4 untuk kedua tim.