Bagikan:

JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengklaim, PSSI telah melakukan berbagai transformasi positif dalam dunia persepakbolaan Indonesia selama masa kepemimpinannya.

Salah satu pencapaian yang diungkap Iriawan adalah meningkatkan kesejahteraan para hakim garis. Menurut Iwan Bule, sapaan akrab Ketum PSSI, langkah itu menjadi salah satu upaya memberantas judi bola.

"Setiap wasit dikawal mulai saat memasuki arena laga, hingga selesainya laga dan saat keluar arena. Ini menghindarkan upaya-upaya yang dapat mempengaruhi pengaturan skor dalam setiap pertandingan di kompetisi sepak bola Indonesia,” kata Iwan Bule dalam situs resmi PSSI, Rabu, 9 November 2022.

Menurut Iwan Bule, sapaan akrab Iriawan, PSSI juga berupaya terus mendorong tumbuhnya potensi pemain sepak bola di Indonesia. Caranya melalui pembibitan usia dini.

Sementara untuk mendorong prestasi Timnas Indonesia, PSSI melakukan upaya naturalisasi. Saat ini, ada tiga pemain keturunan yang tengah diselesaikan proses naturalisasinya.

Selain Jordi Amat dan Sandy Walsh, ada juga Shayne Pattynama yang sudah mendapatkan persetujuan DPR.

Iwan Bule juga menyebutkan sejumlah progres dan torehan gemilang Timnas sejak 2020, sejak Iwan Bule memimpin. Seperti gelar juara Piala AFF U-16 2022, runner-up Piala AFF 2020, dan medali perunggu SEA Games 2021.

Pencapaian ini, lanjut Iwan Bule, memengaruhi peringkat sepak bola Indonesia yang meningkat dari 171 menjadi 155 berdasarkan peringkat FIFA 23 Juni 2022.

"Itu semua hanya bisa diraih dan ditingkatkan melalui kompetisi yang berkelanjutan, untuk itu kami berharap pemerintah dapat segera mengaktifkan kembali kompetisi yang akan menjadi kawah candradimuka lahirnya pemain-pemain muda Garuda yang berkualitas," kata Iwan Bule.

Iwan Bule kemudian menegaskan kembali komitmen PSSI untuk melakukan transformasi sepak bola Indonesia. Momentum mengenang 40 hari tragedi Kanjuruhan diharapan menjadi usaha untuk merekatkan kembali solidaritas semua pelaku sepak bola sekaligus mengembalikan tujuan sebagai olahraga yang menghibur.

"Peringatan 40 hari tragedi Kanjuruhan ini akan menjadi momentum untuk merekatkan kembali solidaritas semua pelaku sepak bola sekaligus melakukan transformasi untuk mengembalikan marwah olahraga yang menghibur dan aman," kata Iwan Bule.