Bagikan:

JAKARTA - Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania punya cara dalam menekan perilaku kekerasan di lingkup sepak bola. Hal itu dilakukan lewat pemahaman aturan organisasi yang diterapkan dari tahap paling dasar, yaitu penerimaan calon anggota.

Hal tersebut dianggap jadi cara jitu untuk memberikan bekal dasar bagi anggota maupun calon anggota dalam menyikapi situasi tim baik saat menang atau kalah.

“Secara umum sama, semua organisasi suporter berupaya untuk mengedukasi seluruh anggotanya bagaimana cara mendukung tim dengan baik dan benar tanpa merugikan klub rival atau organisasi itu sendiri,” kata Jiva Baskoro selaku Sekretaris Umum (Sekum) The Jakmania saat dihubungi VOI.

“Kami di The Jakmania sudah memberikan aturan yang jelas baik untuk anggota maupun calon anggota, setiap calon anggota yang ingin mendaftar menjadi The Jakmania mereka harus tahu dan paham aturan yang dibuat oleh organisasi,” lanjutnya.

Pemahaman yang baik soal aturan dasar organisasi disebut Jiva akan menjadi batasan kuat bagi suporter dalam bersikap. Dengan begitu, suporter akan lebih berhati-hati dan diharap bisa menjaga nama baik organisasi serta tim kesayangan.

“Kalau sudah paham sejak awal, mereka (suporter) kan harus menjaga nama baik Persija dan The Jakmania dimanapun berada. Dengan bekal itu mereka akan segan melakukan hal-hal yang merugikan baik untuk tim atau organisasi itu sendiri,” bebernya.

Pembekalan pemahaman dasar yang dimaksud juga tak berjalan begitu saja. Sekum The Jakmania itu mengatakan ada peran Koordinator Lapangan (Korlap) dalam membantu menyebarkan informasi secara berulang kepada The Jakmania.

“Semua peraturan dan pemahaman dasar itu pun kita selalu sosialisasikan di setiap laga kandang maupun tandang Persija pada seluruh The Jakmania. Biasanya kita juga dibantu Korlap untuk hal ini.

“Mereka (Korlap) juga membantu memasang spanduk berisi informasi dan imbauan untuk The Jakmania agar mereka selalu berpegang pada aturan demi meminimalisir gesekan antar pihak manapun,” terang Jiva.

Pembekalan pemahaman dasar di kalangan suporter mestinya jadi hal yang mendapat perhatian serius dalam mendukung tim kesayangan.

Hal itu guna meminimalisir tindakan yang merugikan, baik tim maupun pihak suporter, seperti pada Tragedi Kanjuruhan awal Oktober kemarin. Dalam insiden terebut ratusan nyawa melayang akibat kericuhan yang terjadi seusai laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.