Bagikan:

JAKARTA - Ernesto Valverde tidak pernah merasa tenang duduk di bangku cadangan Barcelona. Selama dua setengah tahun memimpin Los Blaugrana, dia kerap diterpa kritikan.

Penampilan mengecewakan Barcelona di Liga Champions selama dua musim terakhir adalah titik utama kritikan yang dilayangkan kepada sang pelatih. Apalagi rival terbesar mereka, Real Madrid meraih hat-trick Piala Eropa selama dipimpin Zinedine Zidane.

Di Spanyol, hampir setiap bulan nama-nama pengganti potensial untuk Valverde bocor. Jadi, dia akan sangat berterima kasih kepada Supercopa de Espana yang digelar pekan ini dan berharap dapat menemukan ketenangan di Arab Saudi

Selama melatih Los Blaugrana, Valverde memenangkan empat trofi di mana dua di antaranya menjadi juara La Liga Santander. Tapi kehancuran mereka di Roma dan Liverpool pada Liga Champions selalu dikenang lebih dari semua kemenangan domestiknya, dan itu digunakan sebagai senjata untuk mengkritiknya.

Klub Catalan saat ini berada di puncak klasemen sementara dan mereka memimpin fase grup Liga Champions. Tetapi Valverde tetap tidak aman dari kritik. 

Trofi 'perak' di Arab Saudi mungkin akan memberikan stabilitas bagi Valverde selama beberapa bulan ke depan, meskipun sebagian besar beban akan ada di pertandingan 16 besar Liga Champions melawan Napoli. 

Ververde tahu situasinya dan dia siap dengan menerima segala risiko dengan cara profesionalisme dan gaya khas diplomasinya. Dia tahu, rumor bakal hadirnya pelatih-pelatih seperti Ronald Koeman, Arsene Wenger, Erik ten Hag dan Marcelo Gallardo hanyalah bagian dari pertunjukan. 

Sebagai tambahan informasi. Supercopa de Espana sebelumnya menandai musim baru dimulai dan digelar dalam dua leg antara juara La Liga dan pemenang Copa del Rey. Namun dengan format baru, kini akan ada empat tim yang diambil dari empat besar klasemen La Liga musim lalu. 

Barcelona akan berhadapan dengan Atletico Madrid pada 9 Januari, setelah Real Madrid bertemu Valencia pada hari ini. Sementara partai final akan dipentaskan pada 12 Januari 2020.