Bagikan:

JAKARTA - Taylor Swift secara terbuka bicara mengenai kebiasaan sebagian penggemarnya yang kerap melakukan investigasi berlebihan terhadap subjek di balik karya-karyanya.

Seperti diketahui, Swift dikenal dengan gaya penulisan lagu yang mengambil inspirasi dari kehidupan pribadinya—seperti hit "All Too Well" hingga "Love Story".

Namun, bintang pop 36 tahun itu merasa risih ketika pendengar lebih fokus pada sosok pria di dalam lagu ketimbang proses kreatifnya sendiri. Ia menganalogikan upaya penggemar untuk mencocokkan lirik dengan mantan kekasihnya sebagai sebuah "tes paternitas" yang keliru arah.

"Ada orang-orang yang mencoba melakukan pekerjaan detektif, mencari tahu detailnya—tentang siapa ini? Apa ini? Saat itu menjadi sedikit aneh bagi saya adalah ketika orang-orang bertindak seolah-olah ini seperti tes paternitas,” kata Swift dalam wawancara terbaru dengan The New York Times.

“Seperti, 'Lagu ini tentang orang ini.' Karena saya merasa, 'Pria itu tidak menulis lagunya. Saya yang melakukannya,'" sambungnya.

Pelantun "Anti-Hero" itu sadar bahwa spekulasi publik adalah konsekuensi dari popularitasnya yang masif. Namun, ia menekankan pentingnya bagi seorang seniman untuk tetap memegang teguh persepsi terhadap seninya sendiri tanpa terdistorsi oleh opini luar. Baginya, sebuah lagu adalah milik si pencipta seutuhnya, terlepas dari siapa pun yang menjadi inspirasi di belakangnya.

Menariknya, Swift mengakui bahwa kritik pedas dan sorotan negatif justru sering menjadi bahan bakar utama dalam produktivitasnya. Ia mencontohkan lagu "Blank Space" yang lahir sebagai bentuk satir terhadap citra "pengoleksi pria" yang dilekatkan media kepadanya di masa lalu. Ia menegaskan, tanpa kritik yang menyerang kepribadiannya, karya-karya reflektif seperti dalam album “Midnights” mungkin tidak akan pernah tercipta.

"Ada begitu banyak lagu dalam karier saya yang tidak akan ada—seperti 'Blank Space' tidak akan ada jika saya tidak mendapati orang-orang berkata, 'Ini dia tayangan slide dari semua pacarnya.' Dan kemudian 'Anti-Hero' adalah lagu yang masih sangat saya banggakan, lagu itu tidak ada jika saya tidak dikritik atas setiap aspek kepribadian saya," tuturnya.

Kendati memanfaatkan kritik sebagai inspirasi, Swift memberikan peringatan keras kepada para musisi muda agar tidak terjebak dalam kolom komentar media sosial. Menurutnya, terpapar terlalu banyak kritik yang tidak fokus dapat merusak kesehatan mental dan menghambat kreativitas.

Ia pun menyarankan agar para artis merespons kebencian melalui karya seni, bukan melalui pernyataan di aplikasi catatan atau berdebat dengan pengikut di internet.

"Jangan pergi ke aplikasi Notes dan mengunggahnya. Tulislah tentang hal itu. Buatlah seni tentang ini. Jangan menanggapi troll di komentar Anda. Bukan itu yang kami inginkan dari Anda. Kami menginginkan seni Anda," pungkas Taylor Swift.