JAKARTA - Vokalis band metal Disturbed, David Draiman, akhirnya buka suara mengenai keputusan bandnya untuk mengambil jeda.
Ia juga secara tegas menepis segala rumor yang mengaitkan hiatus ini dengan kontroversi seputar sikap politiknya yang terang-terangan mendukung Israel.
Pernyataan ini muncul setelah Draiman, pada pekan lalu, mengumumkan melalui media sosial bahwa Disturbed akan istirahat setelah menyelesaikan tur perayaan ulang tahun ke-25 album debut mereka, “The Sickness”.
"Tidak yakin kapan kami akan kembali manggung. Kami semua butuh istirahat panjang yang menyenangkan. Berharap bisa bertemu kalian ketika kami kembali,” kata Draiman, dikutip dari keterangan unggahan, Jumat, 7 November.
Pengumuman jeda ini datang di tengah serangkaian pemberitaan kontroversial yang melibatkan Draiman dan sikapnya yang pro-Israel.
Sejumlah insiden yang terjadi belakangan mencakup kabar pembatalan pertunjukan Disturbed di Belgia, gesekan dengan sejumlah pengunjuk rasa di Glasgow, perang kata-kata dengan trio hip-hop Kneecap, hingga perselisihan pendapat dengan gitaris Rage Against The Machine, Tom Morello.
Tak heran, rentetan berita utama yang melibatkan band tersebut membuat beberapa pihak berasumsi bahwa keputusan hiatus ini mungkin berkaitan erat dengan pandangan politik sang vokalis.
BACA JUGA:
Namun, Draiman kini secara gamblang menepis spekulasi tersebut. Melalui platform X, ia menyatakan bahwa alasan jeda tersebut semata-mata karena para personel band yang sudah merasa lelah.
"Untuk Catatan: Kami mengambil jeda karena kami LELAH, TITIK,” kata sang vokalis.
Ia menambahkan, keputusan tersebut tidak berkaitan dengan pemberitaan kontroversial terhadapnya.
“Kami semua baik-baik saja, dan memiliki hubungan yang baik,” katanya. “Tur Eropa adalah yang terbesar dalam karier kami. Kami bermain di arena yang penuh sesak setiap malam. Mari kita lakukan lagi lain kali.”
Draiman memang dikenal telah secara blak-blakan menyuarakan dukungan terhadap Israel selama bertahun-tahun. Pada 2019, ia mengecam Roger Waters, menyebutnya dan "rekan-rekan Nazi-nya" karena menyerukan boikot terhadap Israel. Sikapnya kembali dipertegas pada 2022, di mana ia mengaku tidak peduli jika pandangan pro-Israel-nya membuat sejumlah penggemar menjauh.
Setahun kemudian, ia bahkan menyanyikan lagu kebangsaan Israel dalam salah satu konser Disturbed di Tel Aviv. Puncaknya pada 2024, Draiman memicu perdebatan luas di kalangan penggemar setelah fotonya beredar saat menandatangani peluru artileri milik Pasukan Pertahanan Israel (IDF).