JAKARTA - Wahana Musik Indonesia (WAMI) menghadapi kritik tajam setelah Ari Lasso mengungkap kesalahan laporan pendistribusian royalti dan Tompi yang memutuskan keluar dari keanggotaan.
Desakan yang datang pun cukup besar di media sosial, meminta agar salah satu Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) itu diaudit.
Lewat keterangan resmi, WAMI menanggapi desakan tersebut dengan menegaskan bahwa mereka diawasi kinerjanya sesuai dengan kebijakan pemerintah—berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan royalti yang transparan, adil, dan sesuai regulasi.
“Kami diaudit secara rutin sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan, sebagai wujud komitmen untuk menjaga kepercayaan para pencipta sekaligus menjamin iklim industri musik Indonesia yang sehat,” kata Adi Adrian, President Director WAMI, dalam keterangannya, Jumat, 15 Agustus.
Hasil audit, papar Adi, selalu dipublikasikan di media nasional dan dapat diakses di situs resmi WAMI. Transparansi dan akuntabilitas jadi komitmen WAMI kepada anggota, terutama para pencipta lagu, dan juga publik.
Auditor bereputasi juga dilibatkan untuk audit tahunan. Sejak 2022 sampai tahun buku 2024, WAMI menunjuk Forvis Mazars sebagai auditor eksternal. Firma tersebut disebut masuk dalam jajaran 10 besar Kantor Akuntan Publik terkemuka di Indonesia, dengan pengalaman panjang mengaudit berbagai korporasi nasional dan internasional.
BACA JUGA:
“Sejak audit dilakukan secara rutin, laporan keuangan WAMI selalu mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini menunjukkan pengelolaan keuangan kami dilakukan sesuai standar akuntansi yang berlaku dan sudah sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta” ujar Adi.
Merespons wacana perlunya audit lanjutan yang disampaikan sejumlah pihak, WAMI pun merasa tidak keberatan, sepanjang prosesnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“WAMI sebagai organisasi selalu terbuka dan patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagi WAMI, keterbukaan adalah kunci membangun kepercayaan,” ucap personel KLa Project itu.
WAMI berharap klarifikasi ini dapat membantu meredakan kesimpangsiuran informasi. Ke depan, WAMI menyatakan akan terus memperkuat sistem administrasi internal, memperketat verifikasi, dan menertibkan sistem distribusi informasi.