Bagikan:

YOGYAKARTA - Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah WHO mengonfirmasi virus tersebut menyebar di atas kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina. Virus ini berasal dari hewan pengerat dan dapat menular ke manusia melalui kontak tertentu.

Hantavirus dilaporkan memiliki varian yang berbeda-beda tergantung pada wilayahnya. Ada yang menyerang paru-paru, ada pula yang lebih dominan menyerang ginjal dan pembuluh darah. Artikel ini akan membantu Anda mengenal apa itu hantavirus, variannya, dan langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus yang termasuk dalam keluarga Hantaviridae dan secara alami menginfeksi hewan pada hewan pengerat seperti tikus dan terkadang ditularkan ke manusia. Virus ini tidak menyebabkan penyakit pada hewan inangnya, tetapi dapat menimbulkan infeksi serius ketika menular ke manusia. Penularan biasanya terjadi melalui udara yang terkontaminasi urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat.

Pada manusia, hantavirus dapat menyebabkan penyakit parah dan tidak jarang kematian. Jenis penyakit akibat infeksi hantavirus tergantung pada wilayahnya. Di Amerika, virus ini sering menyebabkan Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) yang menyerang paru-paru dan jantung. Sementara di Eropa dan Asia, hantavirus lebih sering menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan sistem pembuluh darah.

Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan infeksi hantavirus. Penanganan medis lebih berfokus pada perawatan suportif untuk meningkatkan harapan hidup. Karena itu, langkah pencegahan sangat penting dilakukan untuk menghindari virus ini.

8 Varian Hantavirus

Dilansir dari laman Universitas YARSI, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI yang juga Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama menyebutkan sedikitnya ada delapan varian dari Hantavirus ini, yang telah dilaporkan di berbagai negara.

  1. Hantaan Virus (HTNV), yang banyak ditemukan di Asia seperti Korea Selatan dan China, dan juga Eropa.
  2. Puumala Virus (PUUV), yang banyak dilaporkan di negara-negara Eropa seperti Finlandia, Jerman, Prancis dan Rusia.
  3. Seoul Virus (SEOV), memiliki penyebaran yang cukup luas, dari Asia hingga Amerika.
  4. Dobrava-Belgrade Virus (DOBV), dilaporkan dari Eropa, termasuk daerah Balkan dan Eropa Timur.
  5. Sin Nombre Virus (SNV), dilaporkan dari Amerika Serikat dan Kanada.
  6. Bayou Virus (BAYV), dilaporkan berasal dari wilayah Louisiana dan Texas di Amerika Serikat.
  7. Black Creek Canal Virus (BCCV), ditemukan di Florida, Amerika Serikat.
  8. Andes Virus (ANDV), dari Amerika Selatan (Argentina, Chile) dan sekarang di temukan pada kasus-kasus di kapal pesiar.

Pencegahan Hantavirus

Pencegahan hantavirus sebagian besar bergantung pada pengurangan kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Dilansir dari laman WHO, berikut beberapa langkah pencegahan yang sangat membantu menurunkan risiko penularan:

  • Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja
  • Menutup celah-celah yang bisa menjadi jalur tikus masuk ke dalam bangunan
  • Menyimpan makanan dengan aman (agar tidak dijangkau tikus)
  • Membersihkan area yang terkontaminasi tikus dengan cara yang aman
  • Tidak menyapu atau menghisap debu dari kotoran tikus dalam kondisi kering
  • Membasahi area yang terkontaminasi terlebih dahulu sebelum dibersihkan
  • Meningkatkan kebiasaan mencuci tangan.

Itulah pembahasan soal hantavirus, varian, dan pencegahannya. Menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan hewan pengerat, dan menerapkan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah penularan dan penyebaran virus ini.

Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+