Bagikan:

JAKARTA - Semua kendaraan listrik baik mobil dan motor identik dengan keheningan dan kehalusan yang kadang bagi sebagian orang menghilangkan sensasi berkendaranya. Untuk mengatasi masalah ini, sejumlah produsen kendaraan listrik bersiasat untuk memberi suara pada produknya.

Kini, raksasa roda dua Yamaha juga punya solusi unik dengan memasang mesin konvensional yang tidak berfungsi, murni hanya untuk menghasilkan suara dan getaran knalpot. Ini dilakukan karena banyak pengendara sejati merindukan deru, getaran, dan raungan mesin yang keras, sesuatu yang tidak bisa ditawarkan oleh motor listrik yang hening dan halus.

Dilansir dari Visordown, Selasa, 30 September, pabrikan Jepang ini baru-baru ini mengajukan paten yang sangat unik untuk motor listrik mereka, di mana intinya adalah membuat motor listrik terasa seperti motor bensin.

Paten motor yamaha terbaru

Menurut dokumen paten yang diajukan ke Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WO/2025/191637), motor listrik yang dikembangkan Yamaha akan dilengkapi dengan apa yang disebut sebagai mesin konvensional, namun secara fungsional tidak ada.

Skema ini menunjukkan bahwa motor penggerak utama (yang memberikan tenaga ke roda) akan memutar sebuah poros engkol (crankshaft) yang menjalankan sebuah mesin empat-tak mini.

Semua proses mekanis ini terjadi tanpa menggunakan bahan bakar fosil. Satu-satunya tujuan mesin kecil ini adalah untuk meniru suara, getaran, dan denyutan jantung mesin bensin yang telah dikenal selama lebih dari satu abad.

Sensasi yang Terkoneksi dengan Kecepatan

Dalam terjemahan paten dari bahasa Jepang, disebutkan bahwa fluktuasi tekanan udara akibat gerakan bolak-balik piston akan menciptakan gelombang kompresi di pipa intake, pipa knalpot, dan resonator. Resonator inilah yang bertugas memperkuat suara.

"Ini memungkinkan tenaga motor yang menggerakkan roda menghasilkan suara intake dan exhaust yang mirip dengan mesin bolak-balik," jelas dokumen paten.

Dengan kata lain, suara dan getaran yang dihasilkan seharusnya berkorelasi langsung dengan cara pengendara mengoperasikan gas motor listrik. Semakin agresif Anda berkendara, semakin keras dan "hidup" suara yang dikeluarkan.

Desain motor ini juga akan menyerupai motor konvensional, sehingga secara visual, audial, dan taktil, pengendara akan merasa mengendarai motor ICE, padahal yang menggerakkan adalah listrik.

Langkah Yamaha ini dinilai sebagai inovasi yang cerdik, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar: Apakah ini benar-benar yang diinginkan pasar?