Bagikan:

JAKARTA - Belum lama ini, Nissan mengonfirmasi telah menghentikan pemesanan GT-R secara global setelah menunjukkan eksistensinya selama 18 tahun.

Diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada publik dunia pada 2007 lalu sebagai pengganti dari Skyline GT-R R34 yang legendaris, GT-R R35 mengandalkan mesin 3,8 liter twin-turbocharged V6 yang mampu mengeluarkan tenaga luar biasa.

Selama menunjukkan eksistensinya, Nissan GT-R hanya tersedia dalam gaya dua pintu 2+2 coupe. Pabrikan dari Jepang ini tidak menyediakannya dalam berbagai versi, seperti wagon.

Namun, salah satu perancang modifikasi asal Selandia Baru bernama Tofu Auto Works mempertunjukkan kemampuan modifikasinya dengan merubah GT-R R35 tersebut menjadi wagon.

Melansir dari CarExpert, Rabu, 19 Maret, Chris Watson dari Tofu Auto Works dengan cermat mencangkokkan fasia depan mobil sport tersebut ke model Stagea bertubuh wagon.

Menurut perancang modifikasi tersebut, modifikasi tersebut memakan waktu dua tahun. Dimulai dengan Stagea Autech Axis 2007, Watson mempertahankan mesin dari wagon tersebut yakni VQ 3,5 liter V6.

Mesin tersebut digabungkan dengan sistem pergantian gigi otomatis lima percepatan digabungkan dengan sistem penggerak semua roda. Watson tidak memberi mobil tersebut dengan mesin ‘RB’ yang ikonik karena demi menghemat pengeluaran untuk modifikasinya.

Kemudian, Stagea generasi kedua tersebut dimodifikasi dengan proses pengampelas dan kemudian diberi fiberglass sebelum lapisan akhir Millenium Jade dipasang dalam beberapa bulan terakhir, menciptakan wagon GT-R yang hampir tampak seperti yang bisa dibuat oleh Nissan sendiri.

Modifikator menyebutkan perlengkapan konversi ini juga dijual terdiri dari 11 bagian untuk pelanggan yang menginginkan merancang wagon secara mandiri. Tofu Auto Works sendiri memasang harga paket modifikasi ini senilai 6.500 dolar Selandia Baru atau setara Rp62,1 juta.