Mengenal Mike Pence, <i>Soulmate</i> Trump Memimpin AS
Mike Pence (Sumber: Wikimedia Commons)

Bagikan:

JAKARTA - Pada 7 Juni 1959, Michael Richard Pence atau yang dikenal sebagai Mike Pence, lahir di Columbus, Indiana. Mengidolakan Presiden John F. Kennedy dan sempat kehilangan posisi di kongres sebanyak dua kali, Mike Pence berhasil menduduki kursi Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) bersama Donald Trump pada Pemilu AS 2016.

Melansir Biography, Minggu, 7 Juni, jalan Pence menuju posisinya sekarang tidaklah mudah. Pada 2000, Pence berhasil mencalonkan diri untuk kongres AS setelah sebelumnya gagal dua kali.

Ia juga sempat menjadi pembawa acara radio dan TV yang konservatif pada 1990-an. Pence juga naik ke posisi kuat ketua konferensi Republik, sebelum akhirnya terpilih menjadi Gubernur Indiana pada 2012. Pence dikenal sangat berdedikasi untuk melanjutkan Indiana di jalur menuju kesuksesan melalui tanggung jawab fiskal, pengembangan ekonomi, dan peluang pendidikan anak.

Selama menjabat sebagai Gubernur Indiana, Pence berhasil melakukan beberapa gebrakan. Pence mencapai pengurangan pajak negara bagian terbesar dalam sejarah Indiana dan juga menurunkan pajak properti pribadi bisnis serta pajak penghasilan perusahaan untuk memperkuat daya saing negara bagian dalam menarik investasi baru.

Ia juga mengeluarkan kebijakan-kebijakan pajak yang membuat warga Indiana mendapatkan gaji yang layak. Dari segi pendidikan, Pence memperluas pilihan sekolah, meningkatkan kesempatan pendidikan bagi warga Indiana dengan menandatangani undang-undang dana negara untuk pendidikan prasekolah di Indiana.

Pence juga berhasil mengatasi kesenjangan keterampilan Indiana dengan menjadikan karier dan pendidikan teknis sebagai prioritas di setiap sekolah menengah Indiana. Di bawah kepemimpinannya, AS menginvestasikan lebih dari 800 juta dolar AS untuk jalan dan jembatan di Indiana.

UU kontroversial

Pada Maret 2015, Pence mengeluarkan badai api di Indiana ketika ia menandatangani Undang-Undang (UU) Pemulihan Kebebasan Beragama. Para pengkritik hukum berpendapat itu dapat digunakan oleh individu dan bisnis untuk mendiskriminasi, khususnya terhadap komunitas LGBT, berdasarkan agama.

Masyarakat Indiana membuat aksi protes dengan bentuk boikot, petisi, dan larangan bepergian. Banyaknya protes membuat Pence mengubah uu tersebut. Perubahan tersebut dilakukan pada saat-saat terakhir setelah kelompok-kelompok konservatif seperti Indiana Right to Life untuk meminta Pence memveto perbaikan.

"Di tengah-tengah perdebatan sengit ini, saya telah berdoa dengan sungguh-sungguh untuk kebijaksanaan dan kasih sayang, dan saya telah merasakan doa orang-orang di seluruh negara bagian ini dan di seluruh bangsa ini. Untuk itu saya akan selamanya berterima kasih," kata Pence dalam sebuah pernyataan.

"Saya percaya saya telah menyelesaikan kontroversi ini dan menjelaskan bahwa setiap orang harus merasa diterima dan dihormati di negara kita. Hal tersebut adalah hal yang terbaik untuk Indiana," tambah Pence. 

Trump-Pence di Pemilu 2016

Mike Pence (kanan) mendampingi Donald Trump (kiri) (Instagram/@realdonaldtrump)

Pada Juli 2016, Trump menyatakan bahwa ia dan Mike Pence akan maju sebagai calon presiden dan wakil presiden AS. Hal tersebut ia sampaikan lewat akun Twitter-nya. 

"Saya senang mengumumkan bahwa saya telah memilih Gubernur Mike Pence sebagai wakil presiden saya," ungkap Trump. 

Pilihan Pence menerima ajakan Trump berhubungan dengan ikatan yang kuatnya dengan Partai Republik, khususnya kelompok konservatif sosial. Pence juga dipandang sebagai opsi politik yang aman bagi Trump, yang juga mempertimbangkan kandidat yang mencerminkan kepribadian besarnya.

Tapi Pence menjelaskan bahwa dia lebih dari bersedia memainkan peran sebagai "penyerang". Hal tersebut juga ditunjukkan dengan sikap keras Pence mengkritik Hillary Clinton selama rapat umum dengan Trump.

Pada 8 November 2016, Pence terpilih sebagai Wakil Presiden AS. Kemenangan Trump-Pence yang menakjubkan dianggap sebagai penolakan besar terhadap politik pendirian oleh orang-orang Amerika berkerah biru dan pekerja.

Pada 20 Januari 2017, Pence dilantik oleh Hakim Mahkamah Agung AS Clarence Thomas. Pence mengambil sumpah jabatan sebelum Donald Trump dilantik sebagai presiden ke-45 AS.

Seminggu setelah pelantikan, Pence berbicara di unjuk rasa anti-aborsi March for Life di Washington, D.C. "Yakinlah, kami tidak akan lelah," kata Pence kepada aktivis sebelum pawai. "Kita tidak akan beristirahat sampai kita mengembalikan budaya kehidupan untuk diri kita sendiri dan keturunan kita."

Dalam minggu-minggu pertama pemerintahan Trump, Pence juga membela aturan-aturan kontroversial dari Presiden Trump seperti melarang imigran dari negara-negara mayoritas Muslim dari Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia dan Yaman selama setidaknya 90 hari. Saat itu Pence juga mendukung penangguhan masuknya pengungsi selama 120 hari dan melarang pengungsi Suriah masuk AS tanpa batas waktu.