JAKARTA – Sejarah hari ini, enam tahun yang lalu, 21 April 2020, Adamas Belva Syah Devara mengumumkan pengunduran dirinya sebagai staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi). Belva yang dikenal sebagai stafsus milenial tak konflik kepentingan karena jabatannya terus belanjut.
Sebelumnya perusahaan rintisan milik Belva, Ruangguru, terpilih sebagai mitra program kartu prakerja. Narasi itu membuat Belva dikritik dan dikecam. Banyak yang menganggap Belva menggunakan kuasanya untuk dapat program dari pemerintah.
Presiden Jokowi kerap menganggap generasi milenial punya peran penting membangun bangsa. Narasi itu membuat Jokowi ingin hadirkan perwakilan mereka dalam pemerintahan. Jokowi menganggap saran-saran dari kaum milenial amat diperlukan.
Paling tidak pandangan dari generasi milenial punya pengaruh sendiri dalam meningkatkan hajat hidup rakyat. Alhasil, Jokowi ingin mengangkat stafsus dari kalangan milenial. Keinginan itu tercapai pada 21 November 2019.
Jokowi memilih tujuh anak muda yang mewakili generasi milenial. Belva Devara salah satunya. Pendiri aplikasi Ruangguru itu dianggap dapat membawa perubahan dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia. Keinginan Jokowi hadirkan stafsus milenial memang mendapatkan kritik.

Banyak yang menganggap andil stafsus tak besar. Tak punya andil pula dalam buat perubahan. Namun, Jokowi meyakini sebaliknya. Ia menganggap sosok macam Belva bisa memberikan masukan besar. Alih-alih mendapatkan sambutan positif, andil Belva justru bawa masalah.
Belva dianggap telah hadirkan konflik kepentingan. Belva dianggap gunakan kuasanya untuk memuluskan proyek jadi mitra kartu prakerja untuk perusahaannya, Ruangguru pada 20 Maret 2020. Salah satu program pemerintahan Jokowi.
"Perusahaan yang dipimpin stafsus milenial Presiden jadi salah satu mitra pemerintah dalam menjual pelatihan online bagi peserta kartu Prakerja. Total anggaran dari negara: Rp5,6 Triliun. Kini kita tahu apa guna pasal 'kekebalan hukum' dalam Perppu COVID-19 itu," ungkap Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nasidik sebagaimana dikutip lamandetik.com, 15 April 2020.
Kritik dan kecaman kepada Belva terus berdatangan. Etika politik Belva dipertanyakan. Belva pun tak diam saja. Ia kemudian merespons dengan mengumumkan pengunduran dirinya pada 21 April 2020. Belva mengungkap keinginan mengundurkan diri telah disampaikan ke Jokowi.
Belva tak ingin polemik perusahaannya jadi mitra kartu prakerja berlanjut. Ia tak ingin pemerintahan Jokowi terus mendapatkan kritik. Ia juga tak ingin mengganggu konsentrasi Jokowi yang memiliki banyak agenda meningkatkan hajat hidup rakyat.
BACA JUGA:
"Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020 dan disampaikan langsung ke Presiden pada 17 April 2020.”
"Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19," ujar Belva sebagaimana dikutip lamanANTARA, 21 April 2020.