Bagikan:

JAKARTA – Memori hari ini, enam tahun yang lalu, 15 April 2020, Presiden Joko Widoo (Jokowi) melantik Ahmad Riza Patria sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Warga Jakarta kemudian berharap kehadiran Riza mampu mendampingi Anies dalam mengurus segala problema Jakarta.

Sebelumnya, mundur Sandiaga Uno dari kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta bawa masalah. Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong. Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dianggap terlalu lama menentukan nama calon. Kondisi itu memunculkan desakan dari warga Jakarta.

Kehadiran Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bawa warna baru di Jakarta sedari 2017. Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta baru itu punya banyak ajian membangun Jakarta. Mereka mencoba melampaui pendahulunya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Anies-Sandi coba membenahi kemacetan. Mereka rancang transportasi umum mempuni. Keduanya kemudian mencoba meningkatkan hajat hidup warga Jakarta. Namun, narasi itu tak mudah. Sandi merasa membangun Jakarta butuh fokus yang tinggi.

Narasi itu kemudian terus diungkapnya kala resmi memilih mendampingi Prabowo Subianto ikutan Pilpres 2019. Sandi kian yakin bahwa memimpin Jakarta harus serius. Sandi pun memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sedari 2018.

Petugas menghitung suara pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan calon dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria dan calon dari PKS Nurmansyah di Gedung DPRD DKI Jakarta di Jakarta, Senin (6/4/2020). (ANTARA FOTO/Deka Wira S/wpa/wsj)

Ia merasa tugas sebagai tugas sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta tak mudah. Pilihannya mengundurkan diri dianggap sebagai langkah bijak. Alhasil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan partai pengusung dapat mencarikan pengganti Sandi.

Belum lagi Sandi sendiri tak ingin ada konflik kepentingan kala dirinya ikut kontestasi politik. Keputusan Sandi diapresiasi banyak pihak. Sandi dianggap sebagai contoh figur politikus yang menjunjung tinggi persoalan etika politik.

Masalah muncul. Kepergian Sandi tak membuat partai pengusung, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) segera menentukan calon Wakil Gubernur. Perdebatan terkait siapa calon dipandang memakan waktu lama. Anies sendiri menanti nama yang direstui.

"Belum ada, saya juga heran. Belum ada, belum ada. Jadi setahu saya di level provinsi (DPD Gerindra dan DPW PKS) sudah ditanda tangan surat," ungkap Anies sebagaimana dikutip lamandetik.com, 28 Februari 2019.

Teka-teki terkait calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang menggantikan Sandi akhirnya terjawab memasuki tahun 2020. Partai Gerindra dan PKS resmi memilih calon dan disodorkan ke DPRD DKI Jakarta. Akhirnya, nama Ahmad Riza Patria terpilih pendamping Anies.

Singkat cerita, Presiden Jokowi kemudian melantik Ahmad Riza Patria sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara pada 15 April 2020. Riza pun diharapkan dapat segera mengisi kekosongan dan segera bekerja membangun Jakarta.

Riza dianggap dapat segera membantu Anies dalam memutus mata rantai penyebaran virus korona di Jakarta. Warga Jakarta berharap kehadiran Riza mampu membawa perubahan yang signifikan.

"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Wakil Gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," ujar Riza sebagaimana dikutip lamanANTARA, 15 April 2020.