JAKARTA - Perdana Menteri India Narendra Modi berencana mengurangi jumlah konvoi kendaraannya secara signifikan untuk menghemat bahan bakar, kata sebuah sumber pemerintah pada Hari Rabu, beberapa hari setelah Ia meminta warga untuk mengencangkan ikat pinggang di tengah lonjakan harga energi yang dipicu oleh perang Iran.
PM Modi pada Hari Minggu mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah penghematan, termasuk menghindari perjalanan luar negeri yang tidak perlu, menggunakan transportasi umum, mengurangi pembelian emas, dan mengurangi penggunaan minyak goreng, karena harga energi global yang melonjak memberi tekanan pada cadangan devisa negara.
Setelah imbauan tersebut, beberapa kritikus di media sosial mempertanyakan konvoi kendaraan besar para politisi senior India, penerbangan domestik PM Modi, dan kunjungan Eropanya yang akan datang dengan pesawat resmi.
Jumlah kendaraan dalam konvoi Modi dikurangi sambil tetap memastikan komponen keamanan penting, sesuai dengan protokol Kelompok Perlindungan Khusus yang menjaga perdana menteri, kata sumber tersebut, tanpa menyebutkan ukuran sebenarnya dari konvoi PM Modi, melansir Al Arabiya dari Reuters (13/5).
PM Modi mendapatkan pengamanan pribadi tingkat tertinggi di India dan iring-iringan kendaraannya diketahui memiliki sekitar selusin kendaraan sebelum pengurangan.
PM Modi mengurangi jumlah kendaraan dalam iring-iringan kendaraannya untuk kunjungan minggu ini ke negara bagian asalnya, Gujarat, dan negara bagian timur laut, Assam, kata sumber tersebut, menambahkan perdana menteri juga meminta agar kendaraan listrik dimasukkan dalam iring-iringan kendaraannya jika memungkinkan tetapi tanpa melakukan pembelian baru.
Sumber tersebut menolak disebutkan namanya karena ia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Terpisah, Kantor Perdana Menteri tidak segera menanggapi permintaan komentar.
BACA JUGA:
Diketahui, India, importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, sangat bergantung pada Selat Hormuz, yang ditutup oleh perang AS-Israel dengan Iran, untuk pasokan minyak mentah, gas alam cair dan gas untuk memasak.
Harga minyak yang lebih tinggi mengancam akan memperlebar defisit neraca transaksi berjalan negara itu, merugikan pertumbuhan, dan memicu inflasi sementara Washington dan Teheran berjuang untuk mencapai kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan, lebih dari sebulan setelah gencatan senjata yang rapuh menghentikan pertempuran.
India sejauh ini telah menghindari kenaikan harga bensin dan solar, tetapi kenaikan harga dianggap akan segera terjadi karena situasi di Timur Tengah.