Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan penerapan penghematan BBM, penggunaan transportasi umum hingga aktivitas work from home guna mengantisipasi dampak krisis di Timur Tengah.

PM Modi percaya, perlu untuk memberlakukan kembali pembatasan yang diberlakukan selama pandemi virus corona di tengah dampak krisis Timur Tengah.

"Selama pandemi virus corona, kita bekerja dari rumah, mengadakan pertemuan virtual, dan konferensi video. Kita sudah terbiasa dengan hal ini. Yang dibutuhkan saat ini adalah kembali ke metode-metode ini," katanya, melansir TASS (11/5).

Dalam pidatonya di Hyderabad, tempat ia meresmikan sejumlah proyek, PM Modi menggambarkan seruan tersebut sebagai kewajiban nasional di tengah situasi di mana India mengimpor lebih dari 88 persen minyak mentah yang diolahnya dan rantai pasokan masih berada di bawah tekanan akibat konflik di Asia Barat, dikutip dari Hindustan Times.

Lebih lanjut PM Modi menekankan perlunya menghemat devisa dan mengurangi ketergantungan pada impor energi. Ia juga mengatakan warga negara India harus mempertimbangkan kembali kebiasaan konsumsi mereka.

"Di kalangan kelas menengah, budaya pernikahan di luar negeri, perjalanan ke luar negeri, dan liburan ke luar negeri semakin meluas. Kita harus memutuskan bahwa selama krisis ini, kita harus menunda perjalanan ke luar negeri setidaknya selama satu tahun," jelasnya.

PM Modi juga mendesak warga untuk menahan diri dari membeli emas selama liburan selama satu tahun.

Lebih jauh, Perdana Menteri India Modi menekankan pentingnya penghematan bahan bakar.

"Sekarang, bensin, solar, dan gas harus digunakan dengan sangat hemat. Kita mengimpor sumber daya energi ini dari luar negeri, jadi kita harus berusaha untuk hanya menggunakan jumlah yang diperlukan," katanya.

Diketahui, ketegangan regional Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.

Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di selat tersebut.

Dalam hal ini, ia mendesak warga untuk lebih banyak menggunakan transportasi umum dan kereta api.

"Gunakan metro jika ada, atur sistem berbagi kendaraan di rute yang sama, dan gunakan kereta api untuk transportasi barang. Semua ini akan mengurangi ketergantungan pada bensin dan solar, dan karenanya mengurangi ketergantungan pada mata uang asing," seru PM Modi.

"Selama krisis global seperti yang disebabkan oleh konflik di Asia Barat, kita harus membuat keputusan yang mengutamakan negara," tandasnya.