JAKARTA - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan pada Hari Selasa, blok tersebut dapat memperluas misi angkatan lautnya di Laut Merah untuk mencakup Selat Hormuz, setelah perang Iran berakhir.
"Operasi Aspides sudah memberikan kontribusi penting dalam melindungi pelayaran di Laut Merah, tetapi aktivitasnya juga dapat diperluas ke selat tersebut," kata Kallas setelah pertemuan para menteri pertahanan Uni Eropa, melansir Al Arabiya dari AFP (13/5).
Lebih jauh Kallas mengatakan, beberapa negara sudah berjanji untuk menyumbangkan lebih banyak kapal untuk misi tersebut dan itu dapat membantu jika keputusan untuk memperluas cakupannya diambil.
Terpukul akibat perang Trump terhadap Iran dan dampak ekonomi global, Eropa telah berupaya untuk memainkan peran agar pelayaran dapat kembali berjalan setelah konflik berakhir.
Prancis dan Inggris telah memimpin pembicaraan tentang potensi upaya angkatan laut di wilayah tersebut, dengan para menteri pertahanan dari empat lusin negara mengadakan putaran diskusi baru pada Hari Selasa.
Sebelumnya, para menteri pertahanan Uni Eropa pada Bulan Maret awalnya menolak proposal untuk memperluas misi Laut Merah.
Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dan membuka kembali jalur perairan penting tersebut tampaknya telah terhenti.
Blokade Iran terhadap selat tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima minyak dan gas alam dunia, telah mendorong kenaikan harga energi global.
BACA JUGA:
Diketahui, Misi Aspides Uni Eropa diluncurkan pada tahun 2024 untuk membantu melindungi pelayaran di Laut Merah, jalur perairan penting lainnya di Timur Tengah, dari serangan Houthi di Yaman.